• Kamis, 8 Desember 2022

Ditengah Perlambatan Ekonomi Secara Global, Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mengesankan

- Kamis, 24 November 2022 | 21:02 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Instagram/@airlanggahartarto_official)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Instagram/@airlanggahartarto_official)

infosumsel.ID - Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan masih mengalami perlambatan pada tahun 2022 dan 2023 sebagai dampak dari tantangan The Perfect Storm pada perekonomian global saat ini yang diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun depan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri pada kuartal III 2022 masih mumpuni mencatatkan kinerja yang mengesankan sebesar 5,72 persen (yoy), sejalan dengan laju inflasi yang juga menunjukkan penurunan menjadi 5,71 persen (yoy) pada Oktober 2022.

Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara “bright spot in the dark” ekonomi global.

Baca Juga: Mau Nonton Gratis, Berikut Link Nonton Langsung Brazil vs Serbia di Piala Dunia 2022 Qatar, Jangan Terlewat

“Secara spasial, pertumbuhan Indonesia juga membaik. Yang tertinggi adalah Sulawesi (8,24 persen), Maluku dan Papua (7,51 persen), diikuti Bali-Nusa Tenggara, Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Di Sulawesi, Maluku, dan Papua didorong oleh tingginya harga mineral,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual pada Konvensi Internasional ke-3 tentang Hulu Minyak & Gas Indonesia 2022 yang diselenggarakan oleh SKK Migas, Kamis 24 November 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga mengapresiasi para pelaku usaha Kementerian/Lembaga terkait yang telah berperan aktif dalam industri hulu migas.

Baca Juga: Keren! Budaya Jepang Ini Harus Dicontoh di Piala Dunia 2022 Qatar, Pemain hingga Suporter Tuai Sorotan Dunia

Pertemuan 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas 2022 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan sinergi antar pemangku kepentingan guna meningkatkan investasi dan dukungan pencapaian target produksi minyak 1 juta BOPD (Barrel Oil Per Day) dan gas alam 12 BSCFD (Billion Standard Cubic Kaki Per Hari).

Terkait target tersebut, Menko Airlangga mengatakan peningkatan produksi migas dalam negeri merupakan tujuan bersama, sehingga SKK Migas perlu mengambil langkah tertentu.

Kebutuhan insentif dan fasilitas, baik fiskal maupun nonfiskal, juga perlu didiskusikan bersama antar pemangku kepentingan, mengingat beberapa proyek, termasuk Proyek Kilang Liquified Natural Gas (LNG) Masela di Maluku juga mengalami keterlambatan.

Halaman:

Editor: Raden Mohd Solehin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X