• Senin, 27 Juni 2022

9 Tahun Dipasung, Pasien ODGJ Dilepaskan

- Kamis, 20 Januari 2022 | 20:42 WIB
Alpian (25) yang selama sembilan tahun di pasungan di rumah keluarganya 
 (Foto: Muttaqin Alfarisi/infosumsel.ID)
Alpian (25) yang selama sembilan tahun di pasungan di rumah keluarganya (Foto: Muttaqin Alfarisi/infosumsel.ID)

infosumsel.ID - Kepala Puskesmas Lesung Batu Kecamatan Lintang Kanan membebaskan seorang laki-laki bernama Alpian (25) yang selama sembilan tahun di pasungan di rumah keluarganya. di Desa Umo Jati Kecamatan Lintang Kanan, karena mengalami gangguan jiwa.

"Tadi kami melakukan kunjungan ke kediaman Alpian yang tinggal dirumah khusus dekat rumah keluarganya, dan melepaskan pasung pada kakinya. Karena sudah mengalami luka dan langsung diberikan pengobatan , sebelumnya pihak keluarga serta Kepala Desa telah setuju untuk dilakukan pembebasan pasung dan akan tetap kita kontrol kondisi kesehatannya melalui Bidan Desa," kata Kepala Puskesmas Lesung Batu Kecamatan Lintang Kanan, Nurulhuda.

Menurut dia, pembebasan ODGJ dari pasungan merupakan salah satu program agar orang dengan gangguan jiwa mendapatkan perlakuan yang manusiawi.

"Kami akan tangani sampai sembuh, dan akan selalu kami kontrol, yang terpenting adalah pasien mendapat pelayanan sesuai standar," sebutnya.

Ia mengatakan Pasien Orang Dalam Ganguan Jiwa (ODGJ) tersebut akan segera mengkordinasikan ke Dinas Kesehatan dan Sosial untuk di Rehabilitasi Sosial atau di Rumah Sakit Jiwa yang ada di Palembang.

Senada dengan Kepala Desa Umo Jati, Umaidi mengatakan bahwa Alpian selama ini dirawat oleh keluarganya, yang dibuatkan rumah khusus.

"Alpian menderita ganguan jiwa tersebut sudah lama, sekita sembilan tahunan silam, yang dirawat oleh Ayuk kandungnya yang dibuatkan rumah khusus untuk Alpian tepat di buat sebelahan rumahnya," kata Umaidi.

Ia menceritakan, bahwa Alpian hanya berdua saudara, dan Ayah Alpian telah meninggal sebelum Alpian menderita gangguan Jiwa, sedangkan  Ibunya merantau sudah lama.

"Alpian tinggal dengan saudaranya yang telah bekeluarga yang bernama Pina, untuk Ayahnya bernama Mamus telah meninggal sudah lama sebelum Alpian sakit, sedangkan ibunya yang bernama Ratni merantau, sejak 5-6 tahun lalu ke Palembang," Cetusnya.

Halaman:

Editor: Intan Sriwidari

Terkini

X