• Senin, 27 Juni 2022

Pengamat Hukum Nilai Terdakwa Aran Haryadi Kasus Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel Harusnya Ditahan

- Sabtu, 2 April 2022 | 12:13 WIB
Pengamat Hukum Sumsel, Dr Sri Sulastri SH M.Hum. (istimewa/koranSN/Deddy)
Pengamat Hukum Sumsel, Dr Sri Sulastri SH M.Hum. (istimewa/koranSN/Deddy)

infosumsel.ID - Tidak dilakukannya penahanan terhadap terdakwa Aran Haryadi Pimpinan Divisi
Kredit Bank Sumsel Babel atas dugaan kasus dugaan korupsi Bank Sumsel Babel disayangkan Pengamat Hukum Sumsel, Dr Sri Sulastri SH MHum.

Pengamat Hukum Sumsel ini menilai seharusnya terdakwa kasus dugaan korupsi Bank Sumsel Babel senilai Rp 13 Miliar tersebut ditahan oleh Hakim di Rutan karena dikhawatirkan dapat menghilangkan alat bukti karena banyak kenal orang-orang di Bank Milik Daerah ini.

"Tidak ditahannya terdakwa dikhawatirkan dapat berkeliaran di luar dan meminta orang di Bank
Sumsel Babel yang dikenalnya untuk menghilangkan alat bukti. Dari itulah mestinya terdakwa
tersebut ditahan oleh Hakim di Rutan,” ungkapnya dikutip dari koranSN.com, Sabtu (2/4/2022).

Baca Juga: Sejumlah Bodyguard Kawal Terdakwa Aran Haryadi Jalani Sidang Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel

Terlebih lagi nilai kerugian akibat dari kasus dugaan korupsi kredit modal kerja Bank Sumsel
Babel senilai Rp13 Miliar maka itu harusnya dilakukan penahanan.

“Dalam perkara ini kan ada dua terdakwanya, dimana satu terdakwa sudah ditahan di Rutan dan
satu terdakwa tidak ditahan. Untuk itu harusnya kedua terdakwa semuanya dilakukan penahanan,” jelasnya.

Dilanjutkannya, terkait Hakim meminta medical record kesehatan untuk terdakwa yang tidak
ditahan karena sakit, langkah Hakim tersebut sangat tepat.

Baca Juga: Selama Bulan Ramadhan, Jam Kerja ASN di Lahat Dipersingkat

“Sebab dengan adanya medical record kesehatan maka Hakim bisa menyatakan sikap terkait penahan terdakwa. Tapi kalau saya menilai terdakwa harus ditahan, apalagi terdakwanya dapat dihadirkan secara langsung disidang. Penahan dilakukan agar terdakwa tidak menghilangkan alat bukti,” pungkasnya.

Sementara Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Mohd Radyan SH MH mengungkapkan, jika dari dua terdakwa dalam dugaan kasus korupsi kredit modal kerja Bank Sumsel Babel tersebut untuk salah satu terdakwa tidak ditahan karena sakit.

Adapun terdakwa yang tidak ditahan tersebut, yakni Aran Haryadi Pimpinan Divisi Kredit BSB.
Sedangkan untuk Asri Wisnu Wardana Pegawai Analis Kredit BSB telah ditahan di Rutan Pakjo
Palembang.

Halaman:

Editor: Benni Martha Daya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X