• Rabu, 29 Juni 2022

Ini Peran Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Ekspor Minyak

- Selasa, 19 April 2022 | 22:34 WIB
Jaksa Agung RI, Burhanuddin saat jumpa pers mengungkapkan peran Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana dalam kasus dugaan  korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng (Tangkapan layar/Youtube/Kejaksaan RI)
Jaksa Agung RI, Burhanuddin saat jumpa pers mengungkapkan peran Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng (Tangkapan layar/Youtube/Kejaksaan RI)

infosumsel.ID - Kejaksaan Agung RI telah menetapkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng.

Akibat kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022 oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana menyebabkan kelangkaan minyak goreng di tanah air.

Peran Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng ini diungkapkan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dalam konferensi pers, Selasa, (19/4/2022).

Baca Juga: Sosok Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana Juga Pernah Diperiksa KPK

Dimana peran Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana diduga mengeluarkan surat izin ekspor kepada sejumlah perusahaan produsen kelapa sawit yang melawan hukum. Atas perbuatan tersangka menyebabkan kelangkaan minyak goreng.

Tersangka lainya yang ditetapkan berasal dari pihak swasta yakni  Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group berinisial SMA; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia MPT; dan General Manager PT Musim Mas berinisial PT.

Baca Juga: Warga Desa Lingkis OKI Keluhkan Kondisi Air Sungai Tercemar

Burhanuddin mengatakan penyidik telah menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan keempat orang itu menjadi tersangka.

"Sebanyak 19 saksi telah diperiksa, beserta 596 dokumen dan surat terkait lainnya, serta keterangan ahli." ujarnya.

Dari hasil penyelidikan awalnya terjadj kelangkaan dan kenaikan minyak goreng di tengah masyarakat, kemudian pemerintah melalui Kemendag mengambil kebijakan menetapkan DMO dan DPO bagi perusahaan yang ingin ekspor CPO dan produk turunannya.

Halaman:

Editor: Benni Martha Daya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X