• Sabtu, 13 Agustus 2022

Banjir dan Tanah Longsor Ancam Kabupaten Muba

- Minggu, 5 September 2021 | 20:31 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba kembali mengingatkan masyarakat untuk siaga bencana alam yang diakibatkan hujan lebat ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba kembali mengingatkan masyarakat untuk siaga bencana alam yang diakibatkan hujan lebat ini.

infosumsel.ID | Muba - Masyarakat Kabupaten Muba yang tinggal di daerah sungai maupun perbukitan diminta waspada. Sebab tingginya curah hujan belakangan ini dapat membuat luapan sungai sehingga mengakibatkan banjir dan tanah longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba kembali mengingatkan masyarakat untuk siaga bencana alam yang diakibatkan hujan lebat ini. Apalagi wilayah Kabupaten Muba sebagian besar wilayahnya dialiri sungai besar maupun kecil.

“Saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan oleh sebab itu kita minta masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan banjir dan tanah longsor untuk waspada. Jika kondisi air sudah semakin tinggi dan curah hujan sangat tinggi kita minta untuk segera mengungsi,” ujar Kepala BPBD Muba, Jhony Martohonang, Minggu (5/9/2021).

Ia menjelaskan, mulai tingginya intensitas hujan seperti di Kampung Dua Tebing Gerinting Desa Bailangu beberapa waktu lalu sampai menyebabkan longsor, maka masyarakat harus segera siaga. Dalam menghadapi banjir dan tanah longsor ini pihaknya mengerahkan ratusan personil dan peralatan.

“Pemantauan cuaca juga terus dilakukan melalui BMKG, selain itu tim  kita kerahkan memantau daerah yang rawan bencana baik turun langsung ke lapangan maupun melalui media sosial,” jelasnya.

Selain itu peralatan dan tim selalu siaga, jika membutuhkan keadaan darutat bisa menghubungi call center 24 jam guna kesiapsiagaan darurat bencana di nomor ‪0714-3330029‬ dan kantor PUSDALOPS-PB ‪0714-3330183‬.

Sebelumnya, Bupati Muba Dodi Reza Alex meminta seluruh camat yang daerahnya rawan akan bencana banjir dan tanah longsor untuk tidak meninggalkan tempat khususnya pada saat musim penghujan seperti saat ini.

“Bencana bisa kapan datang saja oleh karena itu manajemen bencana harus digunakan dari sistem yang telah dibentuk termasuk peringatan early warning sistem. Jadi BPPD menjadi salah satu sentral dari pusat pengendalian bencana tersebut, saya harapkan memang dengan debit dan curah hujan yang tinggi ini walaupun nanti mengganggu dalam hal keseharian tetapi resiko bencana sudah diminimalisir,” tutupnya.

Editor: Beni Martha Daya

Terkini

X