• Rabu, 10 Agustus 2022

Arab Saudi Batasi 60 Ribu Jamaah Haji

- Rabu, 26 Mei 2021 | 07:58 WIB
Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji. (Foto: net)
Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji. (Foto: net)

infosumsel.ID | Jakarta -Arab Saudi akhirnya memutuskan kuota haji tahun ini hanya 60.000 orang dari seluruh dunia. Kementerian kesehatan Arab Saudi menyebutkan, adapun rinciannya ebanyak 45 ribu jemaah dari luar negeri akan dialokasikan dan 15 ribu dari dalam Kerajaan.

Tentu saja pelaksanaan haji harus memenuhi protokol kesehatan. Protokol yang dimaksud adalah kondisi yang harus dipenuhi sebelum tiba di zona haji, yang meliputi kelompok usia yang diizinkan, kondisi kesehatan yang baik dan calon jemaah yang terbebas dari penyakit kronis.
Kemudian harus dipastikan mereka tidak menjalani dialisis ginjal atau menderita penyakit kronis yang membutuhkan rawat inap selama enam bulan terakhir. Sebelum menuju daerah haji, jemaah diwajibkan sudah menerima vaksin anti-Covid-19.

Adapun yang datang dari luar negeri, diharuskan menerima dosis lengkap vaksin yang disetujui di Arab Saudi. Calon Jemaah harus menunjukkan sertifikat yang dibuktikan oleh otoritas kesehatan resmi di negara jamaah berasal. Selain itu juga sertifikat tes PCR, hasilnya negatif. Sertifikat itu dikeluarkan oleh laboratorium yang diakui di negara jemaah berasal.

Mengenai jemaah haji domestik atau lokal, syarat pencalonan untuk menunaikan ibadah haji antara lain mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin yang disetujui, asalkan sudah 6-8 minggu sejak mengambil dosis terakhir.

Selain itu, perlu menerima dosis kedua segera setelah jamaah mendapatkan penerimaan awal untuk haji, dalam jangka waktu paling lama dua minggu sebelum menuju ke daerah haji.

Diperlukan tes swab menggunakan teknik PCR untuk memastikan jamaah terbebas dari Covid-19. Tes ini seharusnya ditempuh dalam waktu 40 jam sebelum menuju ke area prosedur setibanya di zona haji.
Kontrol yang ditetapkan oleh pihak berwenang telah menentukan prosedur yang akan diikuti di titik-titik masuk di dalam dan di luar negeri. Hal itu termasuk verifikasi semua dokumen kesehatan, pengecekan sertifikat vaksinasi dan jemaah menjalani prosedur penyaringan visual.

Para jamaah akan diberangkatkan dalam jalur yang ditunjuk untuk area transportasi. Prosedur yang ditetapkan juga mencakup alokasi tempat akomodasi yang sesuai dengan persyaratan, termasuk mencegah kepadatan di kamar.

Layanan katering akan diberikan kepada setiap jemaah di kamarnya, sehingga untuk mencegah berkumpul di ruang makan, prasmanan terbuka tidak akan diizinkan.
 

Editor: Usman Rizal

Terkini

X