• Sabtu, 13 Agustus 2022

Bahaya Laten Kekerasan Seksual Lingkungan Pendidikan: Dosen-Pacar

- Selasa, 30 November 2021 | 09:16 WIB
Komnas Perempuan ( Foto: Istimewa)
Komnas Perempuan ( Foto: Istimewa)

infosumsel.ID | Jakarta - Kekerasan seksual terhadap perempuan menempati urutan kedua terbanyak setelah kekerasan fisik yang terjadi sepanjang 2020.

Demikian Catatan Tahunan (Catahu) Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan(Komnas Perempuan) 2021 yang dirilis Maret lalu.

Dari 6.480 kasus kekerasan yang terjadi dalam hubungan personal, sebanyak 1.938 atau 30 persen di antaranya merupakan kekerasan seksual. Angka tersebut berselisih sedikit dengan kekerasan jenis fisik dengan angka 2/025 atau 31 persen.

Sementara, kekerasan jenis psikis sebanyak 1.792 kasus atau 28 persen, dan kekerasan ekonomi 680 kasus atau 10 persen.

"Pola ini sama seperti pola tahun sebelumnya. Kekerasan seksual secara konsisten masih menjadi terbanyak kedua yang dilaporkan dan memperlihatkan bahwa rumah dan relasi pribadi belum menjadi tempat yang aman bagi perempuan," tulis Komnas Perempuan dalam laporan tersebut.

Komnas Perempuan juga menilai lingkungan pendidikan bukan sebuah tempat yang aman bagi anak didik dari kekerasan seksual. Hal ini mereka beberkan dalam Lembar Fakta Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan.

Sepanjang 2015-2020, Komnas Perempuan menerima 51 laporan kasus kekerasan seksual dan diskriminasi.

Dari berbagai jenjang pendidikan, kekerasan seksual paling banyak terjadi di perguruan tinggi dengan jumlah 14 kasus, pesantren atau pendidikan berbasis agama 10 kasus, 8 kasus di SMA/SMK, 5 kasus tidak teridentifikasi, dan lainnya.

"Universitas menempati urutan pertama," tulis Komnas Perempuan dalam lembar fakta itu.

Halaman:

Editor: Intan Sriwidari

Terkini

X