• Rabu, 10 Agustus 2022

PSI Kritik Formula E Terkesan Dipaksakan

- Minggu, 23 Januari 2022 | 23:00 WIB
Politis Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest. (foto : istimewa)
Politis Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest. (foto : istimewa)

infosumsel.ID - Politis Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest Menilai penyelenggaran balap mobil listrik formula E yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dipaksakan.

Diakuinya, Partinya tidak anti terhadap program tersebut akan tetapi pelaksaaan event tersebut tidaklah tetap untuk saat ini. Terlebih lagi penyelenggaraan event tersebut menggunakan anggaran Pemprov DKI Jakarta yang nilainya mencapai Rp500 miliar dan telah menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan.

"PSI tidak pernah anti Formula E. Kami tidak pernah anti terhadap orang atau anti terhadap program, Belakangan panitia Formula E bilang 'oh enggak ada kok anggaran DKI yang keluar.' Faktanya ada Rp500 miliar lebih sudah keluar, itu bagian dari anggaran DKI Jakarta," katanya dalam diskusi bertajuk Anies-Giring Berbalas Sindiran di Ibu Kota di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (23/1/2022).

Menurutnya, program yang digagas Anies Baswedan tersebut tidak tepat disaat persoalan Ibu Kota Negara belum terselesaikan seperti kemacetan, banjir yang telah lama dinantikan masyarakat Jakarta.
 
"Kalau Gubernur Anies fokus ingin menggelar Formula E dengan anggaran yang sudah sehat dan sudah menyelesaikan masalah macet dan banjir, tentu bagus. Tapi macet ada perkembangan tidak, tidak ada. Banjir, program normalisasi yang sudah disepakati oleh pemerintah pusat dan DKI tentang normalisasi tidak dilaksanakan," jelas Ernest.

Ia pun memberi kewajaran apabila Anies tidak menjalankan program normalisasi yang digagas bersama pemerintah pusat. Tetapi, parahnya, mengapa program naturalisasi yang diinginkan sendiri oleh Anies juga tidak dikerjakan.

"Kita sudah cek sampai mana progres naturalisasinya, tidak ada. Jadi, program yang dicanangkan pemerintah pusat tidak dilaksanakan okelah tetapi program yang beliau sendiri canangkan atau rencanakan juga tidak dilaksanakan. Ini menjadi catatan kami," kata Ernest.

Editor: Beni Martha Daya

Terkini

X