• Senin, 27 Juni 2022

Duet Airlangga-AHY, Peneliti Politik BRIN : Bisa Redam Polarisasi Identitas

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 21:39 WIB
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (sl/Ist/detikcom/Annisa Rizky Fadhila)
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (sl/Ist/detikcom/Annisa Rizky Fadhila)

infosumsel.ID - Peneliti Politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati menilai duet Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menjadi kuda hitam di Pilpres 2024 jika relealisasi.

Peneliti Politik dari BRIN ini menilai kemungkinan duet pasangan Airlangga Hartarto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan terjadi Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga: Partai Demokrat Hanya Ingin Berkoalisi Untuk Kepentingan Rakyat

Menurutnya, adanya kedekatan kedua tokoh ini memilki kedekatan emosional yang sudah terjalin saat Golkar mendukung Susilo Bambang Yudhoyono maju sebagai Capres.

“Karena koalisi kedua partai ini bisa menjadi poros tengah seandainya pada 2024 nanti, polarisasi identitas juga akhirnya memunculkan koalisi nasionalis dan koalisi islamis,” kata Wasisto dikutip dari infoindonesia, Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga: Sebanyak 4,39 Juta Penumpang di Layani KAI Sepanjang Mudik Lebaran Idul Fitri 1443 H

Wasisto memprediksi, kemungkinan besar koalisi Partai Golkar dan Partai Demokrat akan terjadi pada pilpres mendatang. Menurutnya, kedua partai itu memiliki kedeketan emosional yang sudah terjalin cukup, kala Golkar mendukung Susilo Bambang Yudhoyono maju sebagai calon presiden.

“Peluang Golkar dan Demokrat berkoalisi tentu berpotensi menjadi koalisi politik alternatif,” imbuhnya.

Baca Juga: Kuasa Hukum Winda Aggraenis Garnis Akan Laporkan Briptu Suci Darma Ke Komnas HAM dan LPAI

Jika kedua partai itu berkoalisi, Wasisto menilai, butuh satu atau dua partai yang masuk kedalam koalisi tersebut.

Menurutnya, Golkar dan Demokrat butuh dukungan partai lain untuk membentuk koalisi yang solid.

Halaman:

Editor: Benni Martha Daya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X