• Selasa, 6 Desember 2022

Dukungan Jusuf Kalla Kepada Airlangga Hartarto, Jadi Nilai Positif Untuk Golkar di Pilpres 2024

- Senin, 19 September 2022 | 20:48 WIB
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto meski secara elektabilitas masih rendah, namun popularitasnya juga beranjak naik. (Foto : istimewa/infosumsel.id)
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto meski secara elektabilitas masih rendah, namun popularitasnya juga beranjak naik. (Foto : istimewa/infosumsel.id)

infosumsel.ID - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengapresiasi positif dukungan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) 2014-2019 terhadap Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto atas perannya sebagai bakal calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

Ujang mengungkapkan keduanya adalah tokoh Golkar, meski JK bukan bagian dari pengurus Golkar.

“Bagus kalau Pak JK mendukung Pak Airlangga, kenapa? Karena keduanya juga tokoh Golkar, meski saat ini tidak kepengurusan. Artinya keduanya memang dekat. Keduanya tokoh Golkar. Oleh karena itu. , saya melihat hal yang positif jika Pak JK mendukung Pak Airlangga," ujarnya.

Baca Juga: Intip Harga Sewa Layanan iPhone per Bulan, Pakai HP Rilisan Apple Tanpa Harus Beli

Baca Juga: Identitas TNI yang Viral Todongkan Pistol Terungkap, Ternyata Bertugas di Kemhan

Ujang juga membeberkan proyeksi nama pendampingnya sebagai calon wakil presiden (cawapres) saat maju ke Pilpres 2024. Calon wakil presiden bisa diambil dari internal Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) atau dari luar.

"Bisa dari internal KIB. Zulhas ada. Mardiono sulit, karena dia tidak dikenal. Atau dari pihak eksternal KIB," katanya.

Ujang menegaskan, jika Airlangga mencalonkan diri sebagai calon presiden dari KIB, akan lebih baik jika calon wakil presiden diambil dari pihak luar.

Baca Juga: Kesal Permainan Musik Hadrohnya Disebut Jelek, Adi Siram Korban dengan Air Keras di Palembang

“Jadi kalau skemanya kalau JK mendukung Airlangga dan Airlangga (menjadi) capres di KIB, maka cawapresnya diambil dari luar. Ada baiknya cawapres tidak diambil dari internal, karena Zulhas tidak menguasai Airlangga. elektabilitas, maka kontrol eksternalnya," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Raden Mohd Solehin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X