Kata Analis Politik soal Dinamika Pencapresan Koalisi Indonesia Bersatu: Itu Wajar Perjalanan Masih Panjang

- Senin, 5 Desember 2022 | 20:30 WIB
KIB diapresiasi karena berani canangkan kerja politik modern (Instagram/@airlanggahartarto_official)
KIB diapresiasi karena berani canangkan kerja politik modern (Instagram/@airlanggahartarto_official)

infosumsel.ID - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan mengutamakan kader internal sebagai tokoh yang akan maju pada bursa pencalonan presiden atau capres, hal itu dikatakan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Golkar Airlangga Hartarto dinilai layak dan pantas.

Meski layak diprioritaskan maju sebagai calon presiden dari KIB bahkan juga diakui para ketum, tidak sedikit pula kader dari PAN dan PPP bicara soal calon eksternal seperti Anies Baswedan ataupun Ganjar Pranowo. 

Dinamika pencalonan dalam pembahasan nama capres KIB disebut masih dalam tahap normal, hal itu pula sebagai upaya untuk membangun posisi tawar dari nama figur atau kandidat seperti Anis dan Ganjar. 

Baca Juga: Review Xiaomi 12T Pro Daniel Arsham, Produk Eksklusif Dibuat hanya 2000 Unit, Intip Spesifikasi dan Harganya!

Analis Politik dari Exposit Strategic, Arif Susanto, menilai dinamika pengajuan nama dalam KIB masih dalam kategori normal, palagi masih ada cukup waktu untuk memastikan nama yang bakal diusung koalisi yang beranggotakan Golkar, PPP, dan PAN itu.

"Saya pikir masih normal saja, perjalanannya masih agak panjang, masih sampai akhir depan hal itu pula soal posisi tawar selanjutnya adalah posisi tawar dari fraksi yang mengajukan,” katanya.

Selain itu ada pula posisi tawar pihak yang mengajukan nama itu sendiri. Bisa jadi dari relawan, bisa jadi dari faksi-faksi tertentu dalam partai yang bersangkutan, sehingga diharapkan siapapun nama yang muncul, mereka mendapatkan bagian dari kue kekuasaan yang diharapkan.

Baca Juga: Menko Airlangga: Indonesia Butuh 9 Juta SDM dan Kolaborasi untuk Mempercepat Akselerasi Ekonomi Digital

Arif menilai perbedaan suara tersebut juga tidak akan berlanjut membesar hingga menjadi konflik internal. Meski, perbedaan nama figur yang muncul itu menunjukkan adanya faksi-faksi dalam KIB yang mempunyai pilihan lain.

Halaman:

Editor: Reno Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X