SUMSEL RAYA

Ground Breaking IPAL Palembang

Dirjen : Air Bersih Palembang Melebihi Rata-Rata Nasional

Ground Breaking IPAL Sei Selayur Palembang oleh Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR, Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, Walikota Palembang, Harnojoyo
Ground Breaking IPAL Sei Selayur Palembang oleh Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR, Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, Walikota Palembang, Harnojoyo

iNFOSUMSEL | Palembang - Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sei Selayur Palembang hari ini, Rabu (4/11/2020) resmi dimulai. Artinya, Kota Palembang, menjadi kota pertama yang akan memiliki sanitasi terpadu, khusus air bersih untuk skala perkotaan.

Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, yang hadir langsung pada kegiatan Ground Breaking IPAL Palembang, mengaku bangga dengan perjuangan dan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, dalam penanganan sanitasi di kota ini.

"Apa yang akan dibangun hari ini, bukti keseriusan pemerintah setempat dalam penanganan limbah di kotanya," terangnya.

Harus diketahui, pembangunan IPAL Palembang ini bukan dari dana hibah saja, dimana ada kewajiban dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang maupun Provinsi yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah), dengan total Rp1,2 triliun.

"Jadi pemerintah setempat juga harus mengucurkan anggaran, agar pembangunan IPAL ini berjalan. Dengan kompisisi APBN 55% dan APBD 35%, tergantung realisasi kebutuhan di lapangan," jelasnya.


Saat ini, pemerintah sangat konsen terhadap air bersih dan sanitasi. Tetapi sanitasi itu bukan hanya di kota besar, ada beberapa kota dilakukan dengan sistem yang berbeda.

Karena Kota Palembang ini adalah kota besar, jadi sistem yang dilakukan adalah dengan sanitasi terpadu.

"Saat ini ada beberapa kota sedang kita persiapkan, seperti Jakarta dan beberapa ibu kota provinsi lain di pulau Jawa dan Sumatera. Dimana, pendekatannya tidak semua sama seperti di Palembang," ungkapnya.

Harus dipahami, sanitasi itu ada dua, pertama yang berkaitan dengan sampah solid waste dan air atau waste water.

"Saat ini kita sedang membangun sanitasi waste water atau air limbah. Untuk penanganan air limbah ini juga, dibagi menjadi beberapa sistem, tidak hanya skala perkotaan tapi ada juga skala pedesaan yakni sanitasi berbasis desa, di kelurahan ada juga sanitasi berbasis masyarakat atau komunal," ulasnya.

Pemerintah Indonesia terus berusaha meningkatkan akses air bersih dan akses sanitasi di seluruh wilayah Indonesia. Khusus Kota Palembang, pihaknya mengakui jika pemerintah di wilayah ini luar biasa, dimana air bersihnya saja sudah diatas hasil rata-rata nasional, yakni 84% dan nasional 74%.

"Saat ini Palembang telah memiliki 70% akses sanitasi dan layak 39%. Secara keseluruhan Kota Palembang, aksesnya sudah hampir mendekati 70% akses sanitasi, ini cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa kota lain di Indonesia," ulasnya.

Sementara itu, Walikota Palembang, Harnojoyo mengucapkan terimakasih kepada pihak Pemerintah Australia dan Pemerintah Pusat, atas terlaksananya Ground Breaking IPAL Sei Selayur Palembang hari ini.

"Kita bersyukur bahwa kita satu-satunya kota di Indonesia yang diberikan hibah oleh Pemerintah Australia untuk pembangunan IPAL 45 juta AUD  atau setara Rp450 miliar," ungkapnya.

Harnojoyo menuruturkan, proyek ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2017, dimana ada beberapa kendala yang harus diselesaikan pemerintah daerah maupun pusat, seperti pematangan lahan yang menjadi lokasi pembangunan proyek hari ini.

"Semoga ini tepat waktu dan dapat termanfaat bagi masyarakat Kota Palembang," tuturnya.

Saat ini ungkap Politisi Partai Demokrat ini pematangan lahan sudah beres, sekarang pembangunan pusat instalasi dan pemerintah pusat juga telah membangun pipa distribusi. Nanti untuk sambungan rumah tangga kewajiban pemerintah kota dan pemerintah provinsi. Dimana, pada awal 8.000 sambungan akan dilanjutkan sampai 21.000 sambungan.

"Nanti manfaatnya dapat dirasakan untuk 100.000 jiwa yang akan terlayani pengelolaan air limbah ini," ulasnya.

Nantinya, untuk sharing anggaran antara Pemkot Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumsel kurang lebih Rp120 miliar, masing-masing akan dibebankan Rp60 miliar untuk 21.000 sambungan.

"Setelah ini selesai dibangun, maka pengelolaan akan kita serahkan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi," tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ir. Ahmad Bastari mengungkapkan, pelaksanaan pekerjaan ini, menggunakan dokumen tender internasional, dimana pelaksananya PT. McConnell Dowell dari Australia dan PP (PT Pembangunan Perumahan) Tbk.

"Mungkin dalam waktu dekat akan dilakukan peletakkan batu pertama," ulasnya.

Nantinya, terang Bastari IPAL Sei Selayur tersebut mampu menampung 21.700 sambungan rumah dari Palembang barat dan Palembang timur, mulai dari rumah susun, Jl. Merdeka, Jl. Jend. Sudirman, Ali Gatmir, Jl. Veteran, RE Martadinata sampai ke Jl. Mayor Zen.

"IPAL ini akan mengcover limbah di hampir sebagian wilayah Palembang, dengan kapasitas mesin 20.000 meter kubik per detik," jelasnya.

Bastari menuturkan, Kota Palembang dianggap yang paling siap dari kota-kota lain di Indonesia untuk menerima hibah dari Pemerintah Australia melalui DFAT. Pemerintah Australia telah memberikan hibah tersebut melalui program Palembang City Sewerage Project (PCSP).

Pemerintah Australia memberikan bantuan hibah kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, salah satu Kota yang terpilih untuk mendapatkan program pengolahan air limbah domestik terpusat (SPAL-T) tersebut adalah Kota Palembang melalui Program PCSP. ( sebuah )

Editor: Raden Mohd Solehin