PENDIDIKAN

Dua Mahasiswa MDP Lolos Program Bangkit

Philip (kiri), Yohanes (tengah) dan Thingki (kiri). Dua mahasiswa MDP yang lolos program Bangkit. (Foto : Elsa)
Philip (kiri), Yohanes (tengah) dan Thingki (kiri). Dua mahasiswa MDP yang lolos program Bangkit. (Foto : Elsa)

infosumsel.ID | Palembang - Dua mahasiswa Multi Data Palembang (MDP) lolos dalam seleksi nasional program Bangun Kualitas Manusia Indonesia (Bangkit) yang diselenggarakan oleh Ditjen Dikti Kemendikbud bekerjasama dengan Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka.

Dua mahasiswa tersebut, yakni Philip Alexander dari program studi (prodi) Teknik Informatika (TI) dan Thingkilia Finnatia Husin dari prodi Sistem Informasi (SI).

Mereka akan tergabung dengan 3000 talenta terampil lainnya dari seluruh Indonesia untuk mengikuti pembinaan di bidang digital guna menyiapkan 9 juta talenta digital terampil pada tahun 2030 mendatang.

Bangkit adalah program pendidikan yang ditujukan untuk mahasiswa yang ingin mempelajari dasar-dasar Machine Learning, Pemrograman Android, atau Cloud Computing, dan akan ditawarkan melalui Kampus Merdeka untuk memilih siswa yang memenuhi syarat tahun depan dari seluruh Indonesia.

Salah satu peserta lolos Bangkit, Thingki sapaannya mengatakan, awalnya pihak kampus melihat kompetensi (kemampuan) untuk mengikuti seleksi internal. Setelah di mendapat rekomendasi dari kampus, ia dan Philip mendaftar dan mengajukan proposal ke laman resmi program Bangkit.

"Dari 3000 peserta yang lolos itu, nanti kita dibuat tim, satu tim terdiri dari enam orang. Dan kita akan mengikuti pengalaman belajar selama kurang lebih 18 minggu. Program ini juga akan dimulai pada Februari 2021 sampai Juni 2021," katanya kepada infosumsel.ID, Sabtu (20/2/2021).

Selain memang tertarik dengan digital dan mempunyai kesempatan yang besar untuk belajar di luar kampus, serta mendapatkan pengalaman belajar tentang teknologi. Lanjutnya, mahasiswa yang ikut program tersebut juga bisa mengasah kemampuan soft skill mereka.

Tak hanya itu, dirinya bersama peserta lain akan ikut dalam mengimplementasikan Kampus Merdeka melalui studi atau proyek independen untuk mendapatkan kompetensi di bidang Machine Learning with Tensorflow Mobile Development with Android, dan Cloud Computing.

"Iya diakhir materi nanti kita semua akan mengerjakan Capstone Project sebagai bagian pembelajaran. Saya dan Philip memilih Android," jelas mahasiswa semester enam ini.

Program ini dikemas dalam bentuk kegiatan pelatihan terstruktur dengan durasi total mencapai 900 jam kegiatan yang dilakukan secara daring selama 1 jam semester.

Hal senada juga dikatakan oleh, Philip Alexander, karena program ini kerjasama dengan Internasional, jadi saya merasa ini kesempatan emas agar bisa belajar seperti ini.

"Iya semua pelatihan menggunakan bahasa Inggris semua. Jadi di program ini kita benar-benar belajar dari hal yang tidak tahu menjadi tahu," tuturnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing, Yohanes mengatakan, keikutsertaan mereka akan termasuk kategori kegiatan Proyek Independen yang disetarakan dengan 20 SKS perkuliahan.

"Iya program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dalam bidang IT yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri yang berbasis teknologi informasi," terang dia.

Bahkan dengan program ini, mahasiswa dengan lebih optimal dalam mengikuti program Bangkit dan juga menilai secara obyektif tentang hasil capaian mahasiswanya.

"Diharapkan kualitas lulusan mahasiswa yang mengikuti program kampus merdeka ini dapat sesuai dengan standar mutu pendidikan," tukasnya.

Editor: Beni Martha Daya