SUMSEL RAYA

Truk Over Kapasitas Bakal Ditindak

Sosilaisasi dan himbauan penertiban kendaraan over dimensi dan overload oleh Satlantas Polres Pagar Alam (Foto : Hand)
Sosilaisasi dan himbauan penertiban kendaraan over dimensi dan overload oleh Satlantas Polres Pagar Alam (Foto : Hand)

I Pagaralam - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kota Pagar Alam mulai gencar melakukan sosialisasi dan kampanye terkait penertiban kendaraan yang Over Dimensi dan Over Load (ODOL) yang kerap melintas dijalan raya dan dapat membahayakan pengguna jalan. Upaya sosialisasi dilakukan, aebelum Satlantas melakukan tindakan tegas.

"Kalau didapati kendaraan atau Truk yang ODOL melintas dan tidak sesuai dengan kelas jalan maka kita berikan tindakan tegas, hal ini upaya menekan angka kecelakaan karena kelebihan beban atau muatan kendaraan," tegas Kasatlantas Polres Pagar Alam AKP Ferry Firdyanto, Selasa (2/3/2021).

Dalam melakukan tindak tegas terhadap kendaraan yang melebihi kapasitas, Satlantas akan berkordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Pagar Alam, serta berharap adanya keaktifan, sumbang saran dari masyarakat. Sebab masyarakat boleh mengerti tentang undang-undang Lalulintas Angkutan Jalan Nomor 22 tahun 2009.

"Karena dampaknya tidak hanya pelanggar, namun juga berbahaya bagi orang lain entah itu mengenai ataupun menyenggol baik dari sisi kanan maupun sisi kiri," tukasnya.

Menurutnya, untuk lebar bak angkutan barang sudah ditentukan, termasuk juga panjang dan tingginya, untuk itu terkait penertiban ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi dibeberapa kawasan pasar baik itu Pasar Dempo maupun Pasar Induk terminal.


“Bisa dibayangkan bila bak kendaraan itu tinggi, bisa nyangkut di Gapura jalan ketika tengah berjalan. Karena itu, kita melakukan sosialiasi Undang- undang Lalulintas Angkutan Jalan Nomor 22 tahun 2009 belum lama ini, untuk upaya menjaga keselamatan masyarakat, menjaga fasilitas umum, demi kepentingan kita bersama,” ucapnya.

Sementara Kapala UPTD Balai KIR Dinas Perhubungan Kota Pagar Alam Fitrianto mengatakan,bahwa berdasarkan hasil deklarasi penertiban kendaraan ODOL ini masih tahap sosialisasi dan himbauan.

"Masih ada kelonggaran, namun kita sudah sosialisasikan bahwasanya tahun 2023 kendaraan ODOL ini sudah tidak ada lagi," jelasnya.

Fitri menuturkan, khusus di Pagar Alam sangat banyak potensi kendaraan-kendaraan seperti truk melebihi kapasitas saat mengangkut barang, contohnya, truk pengangkut sayur, pengangkut kopi dan semacamnya yang jumlahnya cukup banyak.

"Tapi, ini masih bersifat sosilisasi kalaupun penindakan itu sudah sepenuhnya oleh Satlantas," pungkasnya.

 

 

 

Editor: Suhardi