SUMSEL RAYA

Komisi IV Soroti Kumuhnya Fasum di Pelabuhan TAA

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho menunjukkan fasum yang tidak layak di pelabuhan Tanjung Api Api (Foto : Aar)
Ketua Komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho menunjukkan fasum yang tidak layak di pelabuhan Tanjung Api Api (Foto : Aar)

infosumsel.ID I Banyuasin - Fasilitas umum (Fasum) di Pelabuhan Penyebrangan Tanjung Api-Api (TAA) menjadi sorotan Komisi IV DPRD Sumsel. Pasalnya kondisi (Fasum) di Pelabuhan tersebut tampak kumuh dan tidak terawat. 

Saat rombongan Komisi IV DPRD Sumsel melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan TAA, wakil rakyat mendapati banyaknya fasilitas umum yang membuat tidak nyaman para pengunjung pelabuhan. 

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho mencontohkan fasum pelabuhan yang tidak layak, seperti keramik tangga yang tampak pecah-pecah, toilet umum yang mampet dan tidak layak hingga ruang pertemuan yang kurang penerangan dan tidak berpendingin ruangan. Selain itu, dinding ruang tunggu Pelabuhan yang tampak kusam bahkan menjadi sarang burung. 

“Ini lihat keramiknya pecah, wc nya buntu, dan halaman depan itu harusnya bisa jadi lapangan parkir, tapi dibiarkan serut,” ujar Ketua Komisi IV MF Ridho, Selasa (3/3/2021). 

Selain fasilitas tersebut, mobile deck yang digunakan di pelabuhan masih manual, harusnya diganti automatis. 


Pihaknya berharap fasum pelabuhan yang tidak layak segera dibenahi agar pengunjung yang datang ke Pelabuhan TAA menjadi nyaman. Sehingga terjadi multiplayer efek dan terjadinya pergerakan ekonomi. 

“Disinikan ada tenant, nah kalau pengunjung nyaman mereka akan mengeluarkan duit, sehingga terjadi pergerakan ekonomi. Jangan terlihat kumuh fasilitas disini, buat orang betah,” kata Ridho. 

Apalagi lanjut dia, Pelabuhan Penyebrangan TAA menjadi pintu masuk orang dari luar Sumsel. Untuk itu perlunya perhatian setiap fasum agar mereka yang datang merasa nyaman. 

"Harus belajar mengelola Pelabuhan secara internasional, kalau ini saja tidak bisa bagaimana nanti (dengan pelabuhan Tanjung Carat)," ujar Ridho. 

Sementara itu Kepala UPTD Pelabuhan Dinas Perhubungan Sumsel, Iwan Gunawan Saputra mengatakan, berupaya akan membenahi fasilitas umum yang ada di pelabuhan. 

Namun diakui Iwan, pihaknya terkendala dengan anggaran. Dimana alokasi anggaran untuk pelabuhan tahun ini hanya Rp 400 juta. Padahal banyak kebutuhan yang diperlukan dalam mengelola Pelabuhan tersebut. 

"Anggaran kita tahun ini hanya Rp 400 juta, memang banyak disini yang perlu pembenahan" ujar Iwan. 

Meski demikian, Iwan menuturkan pelabuhan Tanjung Api-Api telah menyumbang Pendapatan Asli Daerah dari hasil retribusi pelabuhan. 

"Tahun lalu target PAD melebihi target. Dari target Rp 2,2 miliar tembus Rp 2,7 miliar," pungkas Iwan. 

Editor: Suhardi