SUMSEL RAYA

Pulau Kemaro Diklaim Milik Ki Marogan

Protes Rencana Pembangunan oleh Pemkot Palembang

David Chaniago perwakilan Zuriyat Kyai Marogan menunjukkan surat tanah berbahasa Arab. (Foto: Rahmad KR)
David Chaniago perwakilan Zuriyat Kyai Marogan menunjukkan surat tanah berbahasa Arab. (Foto: Rahmad KR)

| Palembang - Zuriat (keturunan) Kyai Mgs Abdul Hamid (Ki Marogan) memprotes rencana pembangunan Pulau Kemaro yang sedang direncanakan Pemerintah Kota Palembang. 

David Chaniago sebagai perwakilan Zuriat Ki Marogan mengatakan, secara sejarah kepemilikan Pulau Kemaro adalah Ki Marogan yang bukti surat tanahnya sudah ada sejak tahun 1881.

"Suratnya ini berbahasa Arab dan yang kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh pengadilan agama, mengatakan bahwa kepemilikan Pulau Kemaro ini sah milik Ki Marogan," kata David, Jumat (5/3/2021). 

Dia menerangkan, permasalahan ini sudah timbul sejak bertahun-tahun yang lalu mulai dari Tahun 1987, kemudian timbul lagi di 2010-2014. Kemudian permasalahan timbul lagi tahun 202, ketika Pemerintah Kota Palembang berencana akan membangun destinasi wisata di Pulau Kemaro. 

"Tahun 1987 ada sebuah perusahaan yang membangun di Pulau Kemaro tapi kalah dalam persidangan. Kemudian kami juga berurusan dengan Pemerintah Kota Palembang di tahun 2010 sampai 2014 agar jangan sampai ada pembangunan di Pulau Kemaro. Tapi semuanya PHP, musyawarah yang dilakukan tidak pernah ditindak lanjuti," tuturnya. 


Dirinya menegaskan, surat sah pengadilan kasasi pembuktian putusan tahun 1987 yang menyatakan bahwa tanah itu milik Ki Marogan juga menjadi bukti kuat.

"Artinya Zuriyat punya dua bukti surat lama dan pengadilan tahun 1987," tegasnya.

Ia meminta Pemerintah Kota Palembang merespon segera permohonan Zuriat Ki Marogan untuk merespon cara baik-baik untuk penuhi hak keluarga. 

"Kalau tidak direspon kami ajukan permohonan eksekusi pengadilan. Termasuk kelenteng dan yang sempat menggarap tanah," katanya.

 

Editor: