NASIONAL

Polri Izinkan Pariwisata Dibuka

Webinar bertajuk Geliat Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Tengah Pandemi, Rabu (10/3). (Foto: Ist)
Webinar bertajuk Geliat Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Tengah Pandemi, Rabu (10/3). (Foto: Ist)

I Jakarta -  Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendukung pembukaan kembali objek pariwisata di Tanah Air. Khususnya Destinasi Pariwisata Super Prioritas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

"Pariwisata menggeliat, ekonomi bangkit. Tapi jangan lupa, patuhi protokol kesehatan," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Karo Telemedia Brigjen Pol. Muharrom Riyadi dalam webinar bertajuk Geliat Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Tengah Pandemi, Rabu (10/3).

Polri mengakui Indonesia memiliki potensi yang luar biasa di bidang pariwisata. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara  ke Indonesia yang mengalami kenaikan signifikan dari 10,41 juta (2015), naik menjadi 12,01 juta (2016), 14,04 juta (2017), dan 15,81 juta (2018). Untuk itu, Polri mendukung pembukaan kembali objek-objek pariwisata di tanah air, khususnya Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di tengah masa Pandemi Covid-19, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Inddonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, pandemi Covid-19 yang telah terjadi selama setahun terakhir telah memporakporandakan sektor pariwisata di Tanah Air.

Hariyadi mengungkapkan, pada April 2020, jumlah wisatawan mancanegara anjlok 87,44 persen dari tahun sebelumnya. Sementara tingkat hunian kamar hotel di bawah 12,67 persen, restoran sebagian besar tutup, dan destinasi pariwisata ditutup sementara.


"Tumpuan pemulihan pariwisata adalah pemulihan bertahap dari wisawatan nusantara kemudian wisatawan mancanegara. Pembukaan Bali sebagai brand pariwisata dunia dengan protokol kesehatan dan kebersihan yang ketat, harus didukung," tegasnya.

Hariyadi menilai, faktor yang akan menjadi game changer kebangkitan sektor pariwisata di Indonesia adalah keberhasilan vaksinasi massal Covid-19. "Kalau vaksinasinya sukses pemulihan pariwisatanya akan lebih cepat, demikian pula sebaliknya," ucapnya.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hari Santoso Sungkar menambahkan, adanya tren perubahan pola tujuan pariwisata akibat pandemi Covid 19.

"Ada kecenderungan pariwisata udara terbuka lebih disukai wisatawan," ujarnya.

Untuk itu, pemerintah berupaya melakukan inovasi untuk beradaptasi dalam pengembangan pariwisata di masa pandemi Covid-19. 

Editor: Beni Martha Daya