SUMSEL RAYA

Destinasi Wisata Pulau Kemaro Masih Tuai Polemik

Masyarakat Perduli Pulau Kemaro (AMPPK) saat berdiskusi dengan pihak Pemkot Palembang terkait pulau Kemaro. (Foto: Ivan)
Masyarakat Perduli Pulau Kemaro (AMPPK) saat berdiskusi dengan pihak Pemkot Palembang terkait pulau Kemaro. (Foto: Ivan)

infosumsel.ID l Palembang -Kebijakan Pemkot Palembang yang akan mengembangkan pulau Kemaro sebagai prioritas pengembangan destinasi wisata mirip Taman Wisata Ancol mendapat penolakan dari berbagai pihak. Aliansi Masyarakat Perduli Pulau Kemaro (AMPPK) salah satunya yang turut bersuara tegas akan penolakan tersebut.

Dalam diskusi yang cukup tegang mengenai kisruh Pulau Kemaro di Musium Sultan Mahmud Badarudin (SMB) Palembang yang berada di BKB, Jumat (26/3/2021), Dinas Kebudayaan Kota Palembang langsung angkat bicara dan mengundang AMPPK terkait rencana pengembangan destinasi ini.

Ketua AMPPK, Febri Al Lintani mengatakan, dirinya ingin melurusan persepsi pemerintah Kota tentang sejarah Sriwijaya itu sendiri.

"Bahwa balai arkeologi mengatakan tidak menemukan jejak keluhuran Sriwijaya tetapi mereka menemukan Kerajaan dan Kesultanan Palembang Darusalam, dan malah ada penemuan baru tentang pertahanan Jepang di tahun 65 di pulau kemaro tersebut," ujarnya.

Lanjut Febri, pihaknya bahkan sudah melayangkan Surat ke Presiden, Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Gubernur dan DPD akan hal ini.


"Terlepas dari sengketa tanah saya meminta kepada Pemerintah agar ada Multikultural dan sejarah jadi jangan ada satu kelompok saja karena kalau melihat sejarah di sana ada orang keturunan Tionghoa dan Muslim, karena tanah itu juga milik dari  Ki Marogan," ujarnya.

Dalam dikusi ini turut dihadiri dari pihak PUPR, BAPEDA, dan Konsultan Kebudayaan dan Sejarah. (ivn)

Editor: Yuliani