SUMSEL RAYA

Miris! Empat Bulan Guru Ngaji Tak Digaji

Guru ngaji di Muara Enim. (Foto: Edwinsyah)
Guru ngaji di Muara Enim. (Foto: Edwinsyah)

infosumsel.ID | Muara Enim - Sudah sejak awal tahun 2021, tenaga pengajar mengaji di beberapa desa Muara Enim belum menerima upahnya. Padahal, mereka merupakan salah satu ujung tombak pembekalan ilmu agama kepada masyarakat khususnya anak-anak. 

Padhal perhatian kepada mereka merupakan keharusan bagi pemerintah. Namun kenyataannya, hingga saat ini, masih ada tenaga pengajar mengaji belum menerima haknya.

Hal ini terjadi diduga karena keterbatasan kewenangan Plh Bupati. Pasalnya, pembayaran honor tenaga pengajar mengaji sebelumnya di bawah Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekertariat Pemda Muara Enim. Namun saat ini, kewenangan pembayaran tersebut diserahkan ke Kecamatan masing-masing.

Salah satu tenaga pengajar mengaji di Desa Teluk Jaya, Kecamatan Kelekar mengatakan, dirinya belum menerima sepeser pun honor pengajar mengaji. 

“Untuk tahun ini belum ada dari Anggaran Dana Desa (ADD). Entah itu memang belum cair, atau belum ada informasi dari Kades. Tapi dari yang aku dengar memang belum cair. Padahal dekat hari raya ini kami samgat membituhkannya,”ujarnya saat dihubungi wartawan via pesan singkat.


Sementara itu, Camat Belido Darat, Zulchaidir Sidik saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, dirinya kurang mengetahui permasalahan mengapa belum dibayarkannya honor para guru mengaji.

“Sekarang bagi kecamatan yang tidak ada kelurahan, pembayaran di bebankan kepada ADD. Nah kalau untuk kecamatan yang ada kelurahan, aku juga kurang paham. Apa mungkin masuk di DPA Kecamatan,” ujar Camat.

Terpisah, Camat Lawang Kidul, Andrille Martin saat ditanyai wartawan mengenai honor para guru mengaji mengatakan, dirinya belum mengetahui ada tidaknya honor guru ngaji di Kecamatan. Namun, untuk honor RT RW memang ada di Kecamatan.

“Kalau yang untuk guru ngaji aku belum tau pasti. Yang jelas RT RW yang ada. Tapi baru saja aku dapet info dari kelurahan, bahwa sudah dibayarkan untuk bulan satu dan bulan dua. Dan pembayaran lamgsung ke rekening masing masing,” jelasnya.

Untuk diketahui, honor untuk para guru mengaji ini tidaklah besar, hanya Rp200 per bulannya. Dan itupun masih ada potongan, sehingga yang diterima oleh para pengajar ini hanya Rp188ribu saja. Kondisi seperti ini seharusnya tidak terjadi di Kabupaten yang memiliki APBD hingga tiga triliun.

Editor: Yuliani