SUMSEL RAYA

Deru : Ponpes Ibarat Pandai Besi Ditempa Makin Bernilai

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat meletakkan batu pertama pembangunan Ponpes Modern Nur Ihsan Belatung, (foto : Diskominfo)
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat meletakkan batu pertama pembangunan Ponpes Modern Nur Ihsan Belatung, (foto : Diskominfo)

I OKU - Dalam memberikan pendidikan berkualitas kepada generasi penerus bangsa di Sumatera Selatan khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Gubernur Sumatera Herman Deru menilai Pondok Pesantren (Ponpes) merupakan tempat menempa ilmu yang turut mencerdaskan bangsa. Ibaratnya, kata Herman Deru, tukang pandai besi semakin ditempa akan bernilai tinggi. 

Hal itu diungkapkannya saat peletakan Batu Pertama Pondok Pesantren Modern Nur Ihsan Belatung dan Peresmian DHD Farm Desa Belatung Kec. Lubuk Batang Kab. OKU bertempat di Pondok Pesantren Modern Nur Ihsan Belatung dan Peresmian DHD Farm Desa Belatung. 

"Jadikan Ponpes sebagai wadah berkah. Dengan kehadiran 15 Ponpes di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan 500 Ponpes di Sumatera Selatan ke depannya akan mampu berkontribusi nyata dan memberikan pendidikan yang baik kepada generasi penerus bangsa yang ada di Sumsel khususnya di Kabupaten OKU  dalam membentuk dan mengembangkan nilai moral yang baik" ujarnya, jumat (21/5/2021). 

Lanjut HD, Pesantren adalah wadah  yang  merupakan keseimbangan antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan dan harus ada keseimbangan dalam kehidupan

"Semoga dengan hadirnya Pondok Pesantren ini bisa menghasilkan para hafidz-hafidzah al-quran yang bisa bahu membahu untuk membangun negeri, khususnya di Kabupaten OKU" tambahnya.


Diakhir acara, HD melakukan peletakan batu pertama, menanam pohon dan dilanjutkan meninjau kolam bioflok  

Sementara itu Ketua Yayasan Dar El Amin/ Pendiri Pondok Pesantren Modern Nur Ihsan H Hasan HD  mengatakan pondok pesantren Modern Nur Ihsan ini merupakan poesantren berkonsep modern masa kini, dibangun dilahan seluas 9 hektar yang merupakan hibah dari masyarakat Desa belatung Kecamatan Lubuk batang" ujarnya

Editor: Beni Martha Daya