SUMSEL RAYA

Sumsel Tambah 2 Fly Over

Ilustrasi pembangunan fly over. (Foto: net)
Ilustrasi pembangunan fly over. (Foto: net)

infosumsel.ID | Palembang -Upaya mengurai kemacetan di kota Palembang, pemerintah resmi akan menambah dua titik flyover di titik yang kerap dikenal rawan kemacetan.

Diantaranya, pembangunannya flyover Simpang Sekip Ujung, Kemuning, Palembang yang akan membentang di ruas jalan Basuki Rahmat- R Sukamto, dan flyover Patih Galung yang akan dibangun batas Kota Prabumulih-Simpang Belimbing.
 
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Sumsel, Kiagus Syaiful Anwar memastikan groundbreaking pembangunan jembatan flyover simpang sekip kecamatan Kemuning akan dilaksanakan pada akhir tahun ini.
 
“Ya, insya Allah akhir tahun ini atau sekitar bulan November pembangunan flyover Simpang Sekip Palembang akan dilakukan groundbreakingnya,” ujar Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel, Syaiful Anwar di Palembang.
 
Saat ini, kata dia, pemerintah kota Palembang dan Provinsi Sumsel telah melakukan pembayaran lahan yang menjadi tanggung jawab mereka.
 
“Setelah ini selesai semua maka akan langsung kita lakukan ground breaking. Dalam pembangunan FO simpang sekip ini dana yang disediakan yakni Rp250 miliar dan tahun ini dana yang telah disiapkan Rp81 miliar. Tahun ini tak ada masalah lagi dan kita akan lakukan groundbreaking akhir tahun ini,” katanya.
 
Selain itu, sambungnya, BBJN Sumsel juga akan membangun fly over Patih Galung, di batas Kota Prabumulih-Simpang Belimbing Prabumulih. Untuk sudah dilaksanakan penandatanganan Kontrak Pembangunannya juga sudah dilaksanakan.
 
“Pembangunan flyover Patih Galung ini juga merupakan salah satu kegiatan pendukung konektivitas nasional,” imbuhnya.
 
Mudah-mudahan, katanya, kedepannya juga bisa meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa, demi meningkatkan kinerja sistem logistik nasional di Sumsel.
 
“Ini juga merupakan upaya pemerintah, untuk menambah kapasitas jalan yang dapat mengurai kemacetan dan waktu tempuh,” terangnya.
 
Dengan penambahan infrastruktur tersebut, ditaksir bisa mengurangi biaya operasi kendaraan dan mengurangi dampak perlintasan yang tidak sebidang dengan jalur kereta api.
 
“Nilai kontrak pembangunan Fly Over Patih Galung sendiri, sekitar Rp 80 miliar. Dengan panjang struktur 382,35 meter, 77,638 meter panjang oprit arah Prabumulih dan 74,698 meter panjang oprit arah Kabupaten Muara Enim. BBPJN Sumsel berkomitmen dan fokus dalam pembangunan infrastruktur jalan nasional, yang berada di Sumsel,” ungkapnya.


Editor: Yuliani