PENDIDIKAN

Universitas Bina Darma Diduga Pembohongan Akreditasi

Demo yang dilakukan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan di kampus UBD, Palembang, Senin (7/6). (foto:IST)
Demo yang dilakukan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan di kampus UBD, Palembang, Senin (7/6). (foto:IST)

infosumsel.ID I Palembang - Diduga tidak terakreditasi Magister Teknik Sipil di Universitas Bina Darma membuat Forum Masyarakat Peduli Pendidikan mendatangi Kantor LLDIKTI Wilayah II Palembang untuk meminta kepada LLDIKTI II merekomendasikan pencabutan penyelenggaraan Universitas Bina Darma Palembang kepada Kemendikbud Ristek.

Alasannya, pihaknya menyakini jika Universitas Bina Darma Palembang telah melanggar  Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi yakni dalam hal tidak adanya keterangan jelas kepada mahasiswa terkait status akreditasi program pascasarjana Teknik Sipil.

“Rektor UBD sebut 23 program studi mereka sudah terakreditasi pada masa penerimaan mahasiswa baru, di banyak rilis berita yang kami dapatkan. Namun saat kami telusuri, kami menemukan kalau program studi untuk Magister Teknik Sipil itu Tidak Terakreditasi atau ditolak oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT). Kan jadi kontradiksi dengan apa yang disampaikan rektor itu,” kata Kordinator Aksi Adi Candra, dikutip dari sumeks.co, senin (7/6/2021).

Adi menjelaskan, jika status akreditasinya tersebut benar ditolak BANPT. Maka UBD melanggar Undang-undang Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pendidikan Tinggi, pada halaman 31 paragraf 6 Ijazah, pasal 42 point pertama dan keempat.

“Sehingga atas dasar Undang-undang itu, dua angkatan yang telah di wisuda tidak sah ijazahnya. Maka kami minta LLDIKTI memfasilitasi UBD mengclearkan hal ini. Bila memang tidak digubris bisa rekomendasikan pencabutan izin UBD ke Kemendikbud Ristek,” tambahnya.

Pihak LLDIKTI II Palembang, Nurjanah menyatakan, pihaknya menerima apa yang dimintakan masa aksi dan akan segera melakukan pembahasan ikhwal akreditasi dengan Rektor UBD. “Kami terima permintaan kawan-kawan. Akan kita kaji dengan rektor UBD. Biar semua jelas,” ujarnya, mewakili LLDIKTI Palembang.

Sementara itu, Rektor Universitas Bina Darma, Dr Sunda Ariana MPd saat ini belum bisa dihubungi. Untuk menanyakan kebenaran atas temuan forum Masyarakat Peduli Pendidikan itu.

Editor: Beni Martha Daya