SUMSEL 24

Anak Saya Mati Pelaku Harus Dihukum Mati

Keluarga Korban. (foto : IST)
Keluarga Korban. (foto : IST)

infosumsel.ID I Palembang - Bery Saputra, pelaku pembunuhan Yuliana di Hotel Rio beberapa waktu lalu, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, secara virtual kamis (10/6/2021)

Sidang tersebut diketuai oleh Hakim DR Fahrain SH MH. Pada sidang kali ini, empat orang saksi dihadirkan oleh JPU Ursula Dewi SH MH.

Saksi-saksi tersebut yakni Hamida, Ibu almarhum Yuliana, Putri Agustina, kakak almarhum, serta dua teman almarhum yang bernama Angga dan Ilham.

Keempatnya memberikan keterangan melalui sambungan telekonfrensi di Kejaksaan Negeri Palembang.

Dalam keterangannya, Hamida ibu almarhum korban mengatakan, tidak mengetahui profesi putrinya tersebut sebagai PSK, sampai saat kabar meninggalnya Yuliana tersebut tersebar melalui berita dan jejaring media sosial.

“Saya tidak tahu pak hakim pekerjaan anak saya itu sebagai pekerja komersial. Saya tau waktu dengar kabar Yuliana sudah meninggal,” ujar Hamida dengan raut wajah sedihnya.

Selain itu, kakak kandung almarhum Yuliana, bernama Putri juga memberikan keterangannya pada majelis hakim. Putri mengatakan jika pihak keluarga tidak mengetahui pekerjaan dari adiknya tersebut.

“Dia bilang bekerja di kafe. Kami tidak tahu kafe apa dan dimana, kami tidak tau jika dia pekerja komersial pak,” jelas Putri.

Dari keterangan Putri diketahui saat kejadian, ternyata Yuliana sudah tidak pulang selama satu bulan.

“Dia sudah tidak pulang selama satu bulan saat sebelum kejadian. Dia hanya sempat kirim uang dan susu untuk anaknya saja pak hakim,” ujar Putri.

Dengan suara yang lantang, Putri dan Ibunya memberikan keterangan bahwa, dari tubuh almarhum Yuliana banyak ditemukan bekas luka dan lebam.

“Saat akan dimandikan saya lihat dimukanya ada bekas cakaran, lebam di bahu, lebam di perut, serta lebam di sekitar pipi yang mulia,” kata Putri bergantian dengan Hamida.

Saat memberikan keterangan, nampak raut wajah sedih dan marah dari muka ibu dan kakak kandung almarhum Yuliana.

Bahkan sempat Halima, meminta majelis hakim untuk menghukum mati terdakwa Bery Saputra yang dihadirkan dari aplikasi Zoom tersebut.

“Anak saya mati, dia juga harus di hukum mati yang mulia,” tutur Halima dengan suara lantang dan raut wajah marah.

Sementara itu, kedua teman almarhum Yuliana, yang bernama Angga dan Ilham menjelaskan tentang kejadian di Hotel Rio tempat lokasi pembunuhan Yuliana.

Dalam keterangannya Angga mengatakan jika hampir seminggu Yuliana telah menginap di hotel tersebut.

“Kami hanya diminta Yuliana, untuk menjaganya saat di hotel. Saat Yuli dapat pesanan (konsumen) kami keluar kamar,” ujar Angga.

Angga mengatakan, jika dirinya dan Ilham sudah mengetahui profesi Yulianan dua bulan terakhir. Angga dan Ilham juga sudah beberapa kali menemani Yuliana bertemu dengan pelanggannya.

“Namun yang terakhir, tamunya Yuli si Berry Saputra itu pak. Awalnya dia mengaku Agus Saputra,” ujar Angga.

Sementara itu di konfirmasi pada JPU Ursulla Dewi SH MH sidang akan dilanjutkan kembali pada tangga 24 Juni 2021 mendatang, dengan agenda keterangan saksi.

“Pada sidang selanjutnya kita akan hadirkan saksi dari hotel Rio,” pungkas Ursulla.

Dirinya juga mengatakan jika terdakwa Bery Saputra dikenakan pasal berlapis.

Ursula menjelaskan terdakwa Berry Saputra dikenakan pasal berlapis diantaranya, Pasal 338, pasal 351 ayat 3, dan dilapis juga dengan pasal tentang pencurian, Pasal 365 dan Pasal 362.

Menurut dakwaan, paling tinggi terdakwa  Berey Saputra dikenakan pasal 338, dengan acaman hukuman 15 tahun penjara, yang kemudian dilapis dengan bentuk dakwaan komulatif, alternatif, dan subsideritas.

“Jadi tuntutan hukumannya akan berlapis-lapis,” singkatnya.

Editor: Beni Martha Daya