POLITIK

Tiga Parpol Masih Belum Sepakat

Kekosongan Wabup Muaraenim

Ketua DPD Partai Hanura Sumsel Achmad Al Azhar. (sumsel24)
Ketua DPD Partai Hanura Sumsel Achmad Al Azhar. (sumsel24)

infosumsel.ID I Muaraenim - Masih kosongan kursi jabatan Wakil Bupati Muaraenim dikarenakan tiga partai politik (Parpol) yakni Partai Hanura, PKB dan Demokrat belum ada kata sepakat. Padahal sesuai aturan, 18 bulan sebelum dilaksanakannya Pilkada kembali, posisi kepala daerah atau wakilnya tidak boleh diisi.

Sebagai satu dari tiga partai pengusung A Yani- Juarsah di Pilkada Muara Enim 2018 lalu, Hanura sendiri mengaku memiliki hak yang sama bersama partai Demokrat dan PKB untuk mengusung bakal calon Wabup Muara Enim.

Menurut Ketua DPD Partai Hanura Sumsel Achmad Al Azhar, partai sejak awal telah mengusulkan nama Rinaldo yang saat ini menjabat sebagai kepala dinas di Kabupaten Muara Enim, dan pihaknya hingga saat ini belum ada perubahan.

“Yang jelas sekarang masih terkendala belum sepakat 3 parpol pengusung, dan kami sendiri mencermati perkembangan bagian koalisi dan diluar, yang pasti hingga saat ini kami bertiga belum sepakat,” kata Azhar, Kamis (10/6).

Menurut Azhar, meski masih alot namun dirinya optimis nantinya pemilihan wakil Bupati Muara Enim masih bisa dilakukan, sebelum batas akhir.

“Kita terus jalin komunikasi dan berharap nantinya ada kesepakatan bersama, untuk mengusulkan dua nama yang disepakati tiga parpol pengusung,” kataya.

Senada, Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan, jika pihaknya telah mengeluarkan nama yang akan diusulkan untuk maju sebagai calon Wabup Muara Enim.

Meski begitu mantan anggota DPRD Sumsel ini belum berani menyampaikan nama yang telah direkomendasikan DPP tersebut, hingga ada kesepakatan bersama antara partai pengusung.

“Kita terus jalin komunikasi dengan Demokrat dan PKB, mudah- mudahan nanti ada kesepakatan bersama, sehingga proses pengusulan nama ke DPRD untuk dipilih DPRD bisa segera terlaksana,” katanya.

Ketua DPD partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki memastikan partainya terbuka untuk melakukan komunikasi dengan dua parpol yang lain, agar pemilihan Wabup Muara Enim bisa terlaksana dan bisa menjadikan kader Demokrat kembali memimpin Muara Enim.

Untuk diketahui, saat ini kepala daerah Muara Enim dijabat oleh Nasrum Umar sebagai Penjabat Bupati, setelah sang Bupati Juarsah ditahan KPK menyusul Bupati sebelumnya A Yani yang telah divonis hakim atas kasus korupsi. Sedangkan posisi Wabup tidak ada, setelah Juarsah yang sebelumnya Wabup naik jadi Bupati. 

Editor: Beni Martha Daya