SUMSEL 24

Preman Tukang Palak di Pelabuhan Ciut Diangkut Intelair

Ketujuh preman yang biasa melakukan pungli di Pelabuhan Perahu Layar Pinishi saat diamankan Tim Intelair Polda Sumsel. (Foto: ist)
Ketujuh preman yang biasa melakukan pungli di Pelabuhan Perahu Layar Pinishi saat diamankan Tim Intelair Polda Sumsel. (Foto: ist)

infosumsel.ID | Palembang -Diduga melakukan premanisme dan Pungli terhadap kendaraan truk muatan semen dan truk muatan CPO di Simpang Pelabuhan Perahu Layar Pinishi, Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni Palembang, tujuh orang pemuda diamankan Unit Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumsel.

Akibatnya ketujuh orang pemuda ini bakal diproses secara hukum usai tertangkap tangan beberapa jam setelah kejadian pada Selasa (15/6) sekitar pukul 13.30 WIB.

Ketujuh pria ini yakni Iskandar (38), Robi Iswanto (42), Andriyadi (48), Rian Rusdi (35), Endang (46), Asnawi (33), dan Marta Dinata (34).

Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri melalui Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi membenarkan adanya penangkapan tujuh orang pemuda yang diduga melakukan tindakan premanisme dan pungli terhadap kendaraan truk muatan semen dan truk muatan CPO di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Anggota kita Unit Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumsel mendapat informasi dari masyarakat bahwa sering terjadinya aksi premanisme dan pungli yang terjadi terhadap sopir mobil truk pengangkut semen dan CPO yang mengangkut muatan tersebut dari pelabuhan pPerahu Layar Pinishi Sei Lais Palembang,” ujarnya, Kamis (17/6/2021).


Kemudian beberapa jam setelah kejadian tepatnya pukul 15.30 WIB anggota unit Intelair langsung melakukan under cover di wilayah simpang pelabuhan pinishi Sei Lais Palembang dengan cara ikut didalam mobil truk yang bermuatan semen asal dari pelabuhan Perahu Layar Pinishi guna memastikan informasi adanya tindakan premanisme dan pungli di wilayah tersebut.

“Kemudian setiba di simpang Pinishi anggota kita melihat hal itu adanya tindakan pungli yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap sopir mobil truck yang ditumpangi oleh anggota Intelair yg sedang under cover,” ungkapnya.

Lalu sekitar pukul 16.30 WIB tim unit Intelair yang dipimpin langsung Kasi Intelair,  Beni Wijaya beserta anggota patroli Dit Polairud Sumsel melakukan swiping di lokasi yang diduga sering dijadikan tempat aksi premanisme dan pungli yang berada di simpang pelabuhan Perahu Layar Pinishi Sei Lais Palembang.

Kemudian tim Intelair menemukan dan mengamankan sebanyak tujuh orang yang berada di lokasi tersebut dan diduga ketujuh orang tersebut sering melakukan aksi premanisme dan pungli di seputaran Sei Lais Palembang.

“Dari Interogasi yang dilakukan terhadap  orang tersebut yang dilakukan anggota kita bahwa mereka melakukan aksi pungli sudah berjalan selama lebih kurang satu tahun dengan modus melakukan upaya pengaturan lalu lintas kendaraan yang keluar masuk dari pelabuhan Pinishi,” ungkapnya.

Dari tiap mobil truk yg melintas dimintai oleh para  pelaku sebesar Rp2.000 hingga Rp5.000. 

“Untuk barang bukti yang kita amankan berupa uang tunai Rp 106.000,” tambahnya.

Kombes Supriadi menegaskan pemberantasan pungli dan premanisme tidak akan berhenti disini saja. 

“Ini baru awalnya saja, kita akan terus melakukan pemberantasan segala macam bentuk premanisme hingga pungli sehingga wilayah Sumsel akan aman dan zero premanisme dan pungli,” tegasnya.

Editor: Yuliani