SUMSEL RAYA

Dinkes Palembang Klaim Mampu Tekan Penyebaran Covid 19

Pasien Covid Tengah diberikan perawatan oleh tenaga medis. (foto : IST)
Pasien Covid Tengah diberikan perawatan oleh tenaga medis. (foto : IST)

| Palembang - Meski angka kematian akibat Covid-19 di Palembang 4,4 persen yang melebihi standar WHO, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengklaim mampu menekan angka penyebaran Covid-19 dengan ketersediaan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) ruang isolasi di Gedung Wisma Atlet Jakabaring. 

Kasi Pengendalian dan Pencegahan penyakit menular Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan menegaskan, okupansi ruang perawatan/isolasi dengan angka kematian Covid-19 jelas berbeda kasus. 

"Pemerintah Provinsi, Dinkes Kota, serta satgas sudah mengantisipasi keterisian kamar, jika sewaktu-waktu penuh. Angka kematian dan okupansi ruang isolasi berbeda kasus, jika jumlah meninggal dunia bertambah, artinya ada penanganan pasien yang lambat," tegas Yudhi, Senin (21/6/2021).

Dalam rata-rata per 14 hari, wisma atlet Jakabaring menampung 16 hingga 30 orang pasien positif Covid-19. Sementara ketersediaan Gedung Wisma Atlet di Jakabaring mampu menampung 120 orang yang dinilai sudah termasuk kategori okupansi relatif aman. 

"Laporan dari sana (Wisma Atlet) jumlah kamar terdiri dari 64 ruangan, dengan tiap ruangan bisa menampung 2-3 orang," jelas dia. 


Terpisah, Direktur Marketing PT Jakabaring Sport City (JSC) sekaligus pengelola Gedung Wisma Atlet, Bambang Suprianto melanjutkan, mengenai ketersediaan ruang isolasi, pihaknya bisa saja membuka tower tambahan jika ada lonjakan kasus, asal pemerintah daerah mengizinkan.

"Sejauh ini semenjak dibuka lagi, paling banyak 28 pasien yang masuk dari beberapa daerah di Sumsel melakukan isolasi. Jadi bukan hanya dari Palembang saja (pasien). Bahkan ada yang ber-KTP dari luar Sumatera," kata Bambang. 

Dirinya siap membuka ruang perawatan tambahan di Wisma Atlet, dengan menambah tower yang berada di arah belakang gedung.

"Mudah-mudahan tidak berdampak ke wilayah kita (lonjakan). Tapi sebagai antisipasi kita tetap sesuai arahan akan menyiapkan tower yang ada di belakang, tower 7 dan 8," pungkasnya.

Editor: Beni Martha Daya