LIFESTYLE

Uniknya Pelajar Simulasikan Seserahan Ala Nikahan

Lestarikan Adat Komering

Para siswa SMA N 1 Cempaka OKU Timur saat melakukan warah lamaran adat Komering dalam kegiatan Clasmeeting. (Foto: ist)
Para siswa SMA N 1 Cempaka OKU Timur saat melakukan warah lamaran adat Komering dalam kegiatan Clasmeeting. (Foto: ist)

| OKU Timur -Banyak cara untuk melestarikan adat istiadat khususnya budaya Komering di lingkungan sekolah. Seperti yang dilakukan para siswa SMA N 1 Cempaka OKU Timur ini. 

Berbeda dari sekolah lainnya yang melakukan classmeeting dengan olahraga dan games, mereka malah melakukan simulasi warah lamaran (cara lamaran) menggunakan adat Komering.

Kegiatan yang mengusung tema pelestarian budaya Komering ini, diikuti oleh seluruh perwakilan kelas dan ditayangkan pada channel youtube sekolah di laman https://youtu.be/dMyNGt5GkeM.

Kepala SMA N 1 Cempaka, Meidiana MPd mengatakan, pihaknya sengaja melaksanakan kegiatan classmeeting lain dari pada yang lain. Hal ini sebagai langkah untuk melesrarikan budaya asli Kabupaten OKU Timur, yaitu budaya Komering.

Pihaknya berharap generasi penerus atau penduduk setempat bisa terus melestarikan budaya ini, agar tidak tergerus dengan kemajuan teknologi.


"Karena sekolah kita berada di tengah-tengah masyarakat Komering. Sudah sepatutnya kita sebagai tempat pendidikan turut melestarikan adat isti adat budaya komering. Alhamdulillah para guru dan siswa-siswi kita sangat menyambut baik kegiatan ini," katanya.

Mengenai kriteria penilaian dalam lomba warah lamaran ini, pihak sekolah melibatkan beberapa dewan juri dari tokoh adat komering Campang Tiga. Sehinggga mulai dari tutur kata dan bahasa, hingga pemakaian konstum saat lomba dinilai sesuai dengan adat yang berlaku.

Selain itu, untuk pemenang lomba akan diambil juara 1,2 dan 3. Kemdian para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan.

“Jadi mulai dari kostum hingga bahasa semuanya dinilai dewan juri. Kemudian selain pemenang 1, 2 dan 3 juga akan kita ambil pemenang favorit dilihat dari jumlah view dan like tayangan Youtube,” bebernya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini ke depan budaya Komering  terus eksis khususnya di kalangan anak-anak remaja. Sehingga generasi millenial tetap mengerti dengan adat istiadat komering yang merupakan adat Bumi Sebiduk Sehaluan tersebut.

Editor: Yuliani