SUMSEL RAYA

IBI: Bidan Cukup Urusi Profesi Saja

 Satresnarkoba Polrestabes Palembang saat merilis kasus narkoba yang meilabtkan tiga orang pengedar narkoba, salah satunya oknum bidan RS Siti Fatimah. (Foto: ist)
Satresnarkoba Polrestabes Palembang saat merilis kasus narkoba yang meilabtkan tiga orang pengedar narkoba, salah satunya oknum bidan RS Siti Fatimah. (Foto: ist)

| Palembang - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumsel menyayangkan peran dan 'pekerjaan sampingan' oknum bidan yang menjalankan bisnis narkoba bersama keluarganya, tak sepatutnya dilakukan oknum bidan honorer di RSUD Siti Fatimah yang diketahui bernama Debi.

Ketua PD IBI Sumsel Lisa Mora mengatakan, seorang bidan yang notabenenya memiliki tugas sesuai profesi, yang melakukan pekerjaan diluar porsinya saja sudah dianggap salah. Apalagi sampai terlibat narkoba.

"Kami sangat menyayangkan, bidan itu bekerja sesuai profesi. Hal kecil yang bukan menjadi tugasnya saja jika ia mengerjakan dan ada kesalahan bisa membahayakan nyawa dan itu tidak boleh dilakukan. Apalagi ini sampai terlibat narkoba," kata Lisa, via telepon, Selasa (22/6/2021).

Meski pada dasarnya titik kesalahan ada pada pribadi bidan, lanjut Lisa, ia sangat tidak mengharapkan anggota IBI lainnya akan terlibat.

IBI hanya mendukung tindakan polisi dan proses hukum yang berjalan dan tidak ingin terlibat dalam kasus tersebut.


"Karena masalahnya ini diluar profesi bidan saya tidak mau komentar banyak, tapi profesi sampingan yang sudah dilakukan sang bidan sungguh tidak benar. Kami sepenuhnya menyerahkan ini ke Polisi, nurut hukum aja, " jelas dia.

Lisa mengimbau seluruh anggota IBI Sumsel yang berjumlah 14 ribu an, untuk tidak melakukan kesalahan atau hal-hal diluar profesi yang merugikan orang banyak.

"Untuk anggota-anggota cukup jalankan tugas sebagai bidan saja, jangan melenceng ke aktivitas yang menjerumus, " tegasnya.

Editor: Yuliani