SUMSEL RAYA

Zuriyat Inginkan Pulau Kemaro Berkonsep Islami

Juru Bicara Zuriyat Ki Merogan Dede Chaniago. (foto : Rachmad)
Juru Bicara Zuriyat Ki Merogan Dede Chaniago. (foto : Rachmad)

| Palembang -  Zuriyat Ki Merogan menginginkan konsep pembangunan Pulau Kemaro sebagai destinasi wisata yang sedang dibangun oleh Pemerintah Kota Palembang menggunakan konsep Islami. 

Juru Bicara Zuriyat Ki Merogan Dede Chaniago mengatakan, Zuriyat sebagai pemilik lahan Pulau Kemaro seluas 87 hektar, sejatinya menyetujui pembangunan destinasi wisata yang dilakukan Pemkot. Namun harus bernuansa Islami. 

"Kita tidak bicara soal sengketa dan ganti rugi, tapi mengadopsi kita menginginkan dalam syariat Islam ini seperti dibangun yakni berupa Masjid KI Marogan, Pesantren Ki Marogan beserta membangun Islamic Center," kata Dede, usai audiensi dengan Wali Kota Palembang Harnojoyo, Selasa (29/2/2021). 

Dikatakannya, apabila tidak sesuai dengan syariat Islam, maka Zuriyat KI Merogan tidak merestui dalam pembangunan tersebut.  Menurut, Dede Untuk proses pembangunan dengan total keselurahan lahan pemilik Zuriat KI Merogan sekitar 87 Hektar sedangkan dari Pemkot sendiri 30 Hektar ini sikapnya di wakafkan bukan diberikan tanah kepada Pemkot. 

"Tanah wakaf ini nantinya yang mengelola Zuriat, Majelis Ulama Indonesia dan Badan Wakaf Indonesia. Proses selanjutnya adalah pembicaraan teknis dengan MUI dan Badan Wakaf, " jelas dia.


Sementara itu, Walikota Palembang H Harnojoyo menambahkan kita menerima usulan dari Zuriat. 

"Yang selama ini tak pernah ketemu langsung dan akhirnya menyampaikan keinginannya. Kami menyetujui konsep pengembangan Pulau Kemaro akan bernuansa Islam," kata Harnojoyo. 

Harnojoyo menerangkan pada intinya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang ingin mengembangkan Pulau Kemaro Palembang biar tidak kosong. 

"Nanti akan kita bahas kembali rencana-rencana aturan Pulau Kemaro Palembang ini," jelas, Harno. 

Editor: Beni Martha Daya