SUMSEL RAYA

Selama 8 Bulan Jalan Ditutup Tembok Akhirnya Dibongkar

Proses pembongkaran tembok yang menutupi akses jalan rumah Ibu Hermiati selama 8 bulan lamanya. (foto : IST)
Proses pembongkaran tembok yang menutupi akses jalan rumah Ibu Hermiati selama 8 bulan lamanya. (foto : IST)

I Prabumulih - Wanita bernama Hermiati (50) di Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), keluhkan soal akses jalan ke rumahnya ditutup tembok yang sudah terjadi selama 8 bulan. Pagar tembok tersebut kini sudah dibongkar berkat mediasi yang ditengahi aparat setempat.

“Alhamdulillah dari hasil mediasi dengan pihak terkait kita menemukan jalan keluar. Pagar tembok sudah kita bongkar barusan,” kata Fitriyadi, Lurah Gunung Ibul, Prabumulih Timur, Prabumulih, Sumsel, Kamis (8/7/2021).

Dia mengaku, dalam mediasi yang dilakukan dikantornya dengan hadiri ketua RT setempat, Babinsa, Banbinkamtimbas serta perwakilan pihak developer dan pemilik rumah dan keluarganya sudah menemukan titik terang.

“Pihak developer bersedia membuka akses jalan selebar 2 meter dengan membongkar tembok tersebut, namun dengan beberapa catatan,” katanya.

Ermiyanti, kata dia, dalam surat mediasi itu diwajibkan membayar uang senilai puluhan juta rupiah sebagai biaya ganti rugi tanah milik developer. Apabila nanti sudah dilakukan pembayaran, maka pihak developer akan membongkar atau membuka kembali jalan.


“Hasil dari mediasi Ibu Hermiati diwajibkan membayar uang ganti rugi Rp 35 juta. Kalau nanti sudah dilakukan pembayar maka pihak developer akan memberikan akses jalan seluas 5 meter,” katanya.

Sebelumnya, dalam video viral terlihat tembok sekitar 1 meter berdiri tepat di depan halaman rumah warga tersebut. Rumah tersebut berada di Desa Gunung Ibul, Prabumulih Timur.

“Lapor, kemana kami harus mengadu. Kasian teman ku ini teraniaya, rumahnya dipagar tidak boleh lewat oleh developer karena tidak membeli perumahan di developer. Dia membeli rumah di belakang developer,” kata wanita dalam rekaman video tersebut.

Wanita yang merekam video mengaku pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke Ketua RT dan Kelurahan setempat namun belum ada solusi. Dia berharap masalah tersebut segera tuntas.

“Kami sudah ngadu ke pihak kelurahan RT tapi tidak ada yang menanggapi karena kami tidak punya apa-apa, tidak punya kekuatan. Tolong kepada HAM (Komnas HAM) kemana kami harus mengadu,” tuturnya.

Dia mengatakan ada warga setempat yang memberikan jalan ke warga yang akses jalannya tertutup tembok developer itu. Namun saat ini, jalan itu juga di pasangi pagar kayu dan bambu oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kemarin sudah ditembok kami ngalah, terus dikasih sedikit jalan oleh warga. Sekarang malah jalan tersebut dipasangi pagar juga. Kira-kira ke mana kami bisa mengadu,” katanya. 

Editor: Beni Martha Daya