SUMSEL RAYA

Vaksinasi Massal Anak Bagaikan Berebut Sembako

Warga tengah berdebat dengan petugas vaksinasi massal anak di RSUP Muhammad Hoesin, Sabtu (10/7/2021).
Warga tengah berdebat dengan petugas vaksinasi massal anak di RSUP Muhammad Hoesin, Sabtu (10/7/2021).

I Palembang - Pelaksanaan Vaksinasi anak massal di hari pertama di RSUP Muhammad Hoesin, Sabtu (10/7/2021) ibaratkan pembagian sembako berebutan untuk mendapatkan jatah.

Tingginya animo masyarakat dan para orang tua yang mendampingi anaknya membuat proses vaksinasi massal anak-anak dan remaja di Graha Eksekutif RSUP Muhammad Hoesin membludak. 

Meski petugas menerapkan protokol kesehatan yang ketat, serta pendaftaran vaksinasi anak secara online untuk menghindari membludaknya peserta vaksinasi tak membuat masyarakat mengurungkan niatnya untuk vaksinasi anak-anaknya.

Alhasil petugas harus membubar para masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya untuk di vaksinasi. Pantauan infosumsel.ID di lokasi sempat terjadi perdebatan antara petugas dan masyarakat yang ingin ngotot mendaftarkan anaknya untuk di vaksinasi padahal petugas telah menetapkan untuk pendaftaran dilakukan secara online.

Nurmalia (45) Warga Sekip Bendung menuturkan kekecewaannya tidak dapat mendaftarkan anaknya untuk di vaksinasi, dirinya mengakui jika sejak pagi hari sudah mendatangi RSUP Muhammad Hoesin untuk memvaksinasi anaknya namun hingga pukul 10:00 wib petugas menyuruh bubar karena peserta membludak.


"Kami sudah nunggu jam 7 pagi sekarang sudah jam 10 lebih tapi malah disuruh pulang, kasihan anak kami, " katanya, sambil memaki-maki petugas.

Menanggapi hal ini, Ketua Panitia Vaksinasi massal RSUP Muhammad Hoesin Sudarto mengatakan membludaknya masyarakat ini karena banyak masyarakat yang belum mendaftar secara online dan berniat mendaftarkan di lokasi.

"Peserta vaksin harus mendaftar dulu secara online disitu kan sudah ditentukan jam-nya. Tapi ya karena mau cepat-cepat jadi ada yang datang lebih pagi. Ditambah lagi banyak yang daftar di tempat saja, kasihan yang sudah daftar online," kata Sudarto.

Meski sempat terjadi kekeributan petugas dan masyarakat, namun pelaksanaan vaksinasi anak secara massal dapat berjalan lancar.

Editor: Beni Martha Daya