SUMSEL RAYA

Stok Vaksin Sumsel Menipis

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nuraini. (Foto:Rahmad KR)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nuraini. (Foto:Rahmad KR)

infosumsel . ID | Palembang - Vaksinasi di Sumsel kini tak ada lagi pembagian segmentasi pada kelompok masyarakat, artinya semua kalangan dari usia 12 tahun sampai lansia sudah bisa divaksin. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dr Lesty Nuraini mengatakan, hanya saja yang dihadapi Sumsel saat ini adalah stok vaksin yang terbatas. Namun secara bertahap sudah mengajukan ke Kemenkes penambahan. 

"Dari 1,5 vaksin yang diterima oleh Sumsel terserap 1,1 juta yang tersisa adalah distribusi vaksin terakhir untuk dosis kedua saja. Kami melaporkan ini ke Gubernur dan meminta bantuan vaksin lagi ke Kemenkes," kata Lesty, Sabtu (10/ 7/2021). 

Tingginya animo masyarakat juga nampak sejak uji coba 1 juta vaksin per hari pada 26 Juni lalu. Sumsel menyumbang 77.815 orang divaksin padahal target di hari itu adalah 31 ribu orang. 

"Dengan animo masyarakat yang sadar pentingnya vaksin, kami harap Sumsel bisa segera mencapai target Herd Imunitiy atau 70 persen segera mungkin. Kita siap untuk mencapai Herd Imunnity 70 persen masyarakatnya untuk mencegah penularan dan kematian akibat covid, " tegasnya. 


Selain vaksin, Dinkes Sumsel juga memastikan semua sarana pendukung perawatan pasien Covid-19 seperti oksigen, tempat tidur, dan alat antigen aman. Untuk pasokan Oksigen dipastikan terjaga sebab PT OKI Pulp segera membantu pasokan Oksigen ke Kabupaten/Kota di Sumsel. 

"Oksigen juga aman, saya dan Kapolda belum lama ini sudah memeriksa oksigen di PT Samator dan Ligasin. Selain itu, PT OKI Pulp juga siap membantu pasokan oksigen," jelas dia. 

Di wisma atlet juga telah dibuka sebanyak 100 tempat tidur tambahan bagi pasien isolasi Covid-19. Hal ini untuk berjaga-jaga jika rumah sakit rujukan melebihi kapasitas. 

"Daerah Kabupaten Kota lain tolong pantau keterisian rumah sakit. Kalau sudah di atas 80 persen harus menambah tempat tidur dan membuka rumah sehat sebagai alternatif," jelasnya.

Editor: Yuliani