EKONOMI

OJK : Hanya 125 Pinjol Berizin

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kanreg VII Sumbagsel sejauh ini mencatat hanya 125  layanan pinjaman online (Pinjol) yang resmi dan berizin. (foto : IST)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kanreg VII Sumbagsel sejauh ini mencatat hanya 125  layanan pinjaman online (Pinjol) yang resmi dan berizin. (foto : IST)

| Palembang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kanreg VII Sumbagsel sejauh ini mencatat hanya 125  layanan pinjaman online (Pinjol) yang resmi dan berizin. Selebihnya tidak resmi alias ilegal.

Kepala kantor OJK Sumbagsel, Untung Nugroho mengimbau kepada masyarakat harus tetap hati-hati untuk memanfaatkan layanan pinjaman online (Pinjol) agar tidak terjerat pada hutang dan tercekik masalah. Terutama dalam kondisi Pandemi Covid-19 telah berdampak pada krisis ekonomi.

"Pilihlah Pinjol yang sudah terdaftar dan berizin dari OJK. Jangan pinjam di fintech ilegal karena sangat merugikan, apalagi data pribadi sampai diambil juga semena-mena. Saat ini jumlah Pinjol yang memiliki izin dari OJK hanya 125 perusahaan," kata Untung, Senin (12/7/2021).

Dikatakannya layanan pinjaman online memang menyediakan solusi praktis dan cepat ketika masyarakat mengalami kesulitan finansial. Hanya saja, perlu hati-hati ketika menggunakan layanan pinjol. Apalagi, tidak semua fintech memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan.

"Sejauh ini di Sumsel kami tidak menemukan nasabah fintech resmi mengalami masalah. Sementara jika yang ilegal itu ranah kepolisian, " ujarnya. 


Fenomena pengaduan OJK pinjaman online yang dilakukan oleh masyarakat disebabkan oleh berbagai faktor. Masyarakat atau nasabah dapat melakukan pengaduan ketika mendapati praktik pinjaman online tak berizin atau ilegal.

Cara membedakan pinjaman online apakah illegal atau tidak adalah aplikasi meminta data kamera, lokasi, dan perekam suara.

"Kalau aplikasi itu minta data yang lebih detail Sudah dipastikan itu aplikasi ilegal, " tegas dia.

Selain itu masyarakat juga bisa melakukan konfirmasi terlebih dahulu terhadap sebuah layanan pinjol, dengan mengecek ijin yang di milikinya melalui pencarian.

"OJK mengimbau masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggara fintech lending yang sudah terdaftar/berizin dari OJK. Hubungi Kontak OJK 157 melalui nomor telepon 157 atau layanan whatsapp 081 157 157 157 untuk mengecek status izin penawaran produk jasa keuangan yang Anda terima," pungkasnya.

Editor: Beni Martha Daya