SUMSEL 24

Pelaku Begal 8 Bulan Sembunyi di Bali

Tim Opsnal Tekab 204 Polsek Bayung Lencir bersama tim Serigala Polres Muba yang berhasil mengamankan pelaku. (Foto: ist)
Tim Opsnal Tekab 204 Polsek Bayung Lencir bersama tim Serigala Polres Muba yang berhasil mengamankan pelaku. (Foto: ist)

infosumsel.ID | Muba -Aksi pelarian pelaku begal sampai ke pulau Bali, Provinsi Bali akhirnya terhenti setelah tim Opsnal Tekab 204 Polsek Bayung Lencir bersama tim Serigala Polres Muba mengamankan pelaku.

Pelaku diketahui bernama Samsul Arifin alias Bogel (33) warga dusun Pertelon RT 10 RW 02 Kecamatan Panti Kabupaten Jember dan Desa Muara Bahar Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba ini akhirnya mendapat tindakan tegas terukur pada kaki karena mencoba melawan dan melarikan diri ketika hendak diamanakan.

Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SH SIk melalui Kapolsek Bayung Lencir, IPTU A Firman SH MH, mengatakan bahwa pelaku Samsul Arifin alias Bogel merupakan salah satu dari empat orang komplotan begal yang diringkus setelah buron kurang lebih satu tahun.

"Dua dari komplotan tersebut telah terlebih dahulu ditangkap dan sedang menjalani hukuman, dimana saat itu pelaku bertugas menghentikan mobil dan mengancam korban menggunakan senpi jenis revolver," kata Firman, Minggu (18/7/2021).

Kejadian tersebut terjadi ketika pelaku Bogel menghentikan mobil yang dikendarai Korban Syafii Bin Abidin (53), bernomor polisi BK 9490 EP. Kemudian pelaku bertanya ke korban akan hendak kemana, tidak lama kemudian rekan tersangka keluar dari semak-semak dan naik ke dalam mobil yang dibawa korban.
 
“Para pelaku mengambil alih mobil dan mengendarainya, korban dan pelaku mengendarai mobil truk sesampainya di B80 Desa Telang korban diturunkan dengan keadaan terikat dan mukanya tertutup,” jelasnya.


Pelaku Samsul Arifin sudah 8 bulan di Provinsi Bali bekerja di proyek pemasangan batu kolam. Mendapatkan informasi tersebut tim langsung diterjunkan untuk menangkap pelaku. 

“Pada saat hendak diamankan, pelaku menghalangi petugas dan mencoba melarikan diri. Sehingga tim memberikan tindakan tegas terukur terhadap tersangka, dan kepada tersangka dijerat pasal 365 KUHP," terangnya.

Sedangkan untuk kedua rekannya Saparudin (46) dan Roki Prima Desa (34) sudah terlebih dahulu diamankan. Saat ini berkas keduanya teah dilimpahkan tahap ke II ke Kejaksaan Negeri Sekayu.

Sementara itu, Samsul Arifin mengakui perbuayan yang dilakukannya dan menyesal akan perbuatan yang dilakukan. Perbuatan tersebut dilakukan karena desakan ekonomi.

“Saya kenal pak sama korban, tapi karena tidak uang dan istri habis melahirkan saat itu makanya kami melakukan perbuatan itu,” ujarnya.

Editor: Yuliani