SUMSEL RAYA

DPRD Minta Satpol PP Lahat Tegakkan Perda Hiburan

H Nopran Marjani anggota Komisi IV DPRD Lahat. (foto : Ismail)
H Nopran Marjani anggota Komisi IV DPRD Lahat. (foto : Ismail)

I LAHAT - Anggota DPRD Kabupaten Lahat H.Nopran Marjani meminta kepada Pemkab Lahat untuk bertindak tegas terhadap tempat karaoke yang masih buka hingga larut malam.

"Maka dari itu, kami minta kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat, dalam hal ini Pol-PP Pemkab Lahat benar-benar serius menegakkan Peraturan Daerah (Perda) tentang tempat karoke atau hiburan malam yang menggunakan alat elektronik," cetus H.Nopran Marjani, Rabu (21/7/2021).

Dijelaskan politisi Partai Gerindra ini, sudah menjadi tugas pokok Satuan Polisi Pamong Praja (Sat-Pol-PP) Pemkab Lahat, karena dinas tersebut diberikan mandat oleh Pemerintah selaku pengaman Peraturan Daerah (Perda) yang ada.

"Nah, isi dalam peraturan daerah (Perda) itu, Dinas Pol-PP Pemkab Lahat wajib untuk mengambil tindakan secara tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Kalau, terus dibiarkan tempat karoke ataupun warung remang remang lainnya dibuka, maka kecil harapan Covid 19 akan hengkang dari Kabupaten Lahat. Karena, diduga faktor utama lokasi hiburan tempat masuknya virus menular ini, " tambah H.Nopran lagi.

Menurut H.Nopran, suatu peraturan sebelum dijadikan Perda melalui proses yang cukup panjang. Mulai digodok oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat, sampai beberapa kali, setelah semua sesuai maka dari di Paripurnakan untuk dijadikan suatu Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lahat.


"Selain butuh proses yang sangat panjang, juga dana hingga, itu menjadi suatu Perda Lahat yang memiliki kekuatan hukum. Nah, ketika Perda sudah di sah kan, kenapa tidak ditegakkan, seharusnya pihak Eksekutif sudah memberlakukan aturan tersebut dan benar benar ditegakkan," imbuhnya.

Terpisah, Kasat Pol-PP, Linmas, dan Damkar Pemkab Lahat Fauzan Khoiri Denin AP MM ketika dimintai tanggapannya mengatakan, pihaknya siap saja untuk melakukan Eksekusi penutupan tempat lokasi karoke di Lahat maupun warung remang remang yang terbukti tidak mengantongi izin.

Editor: Beni Martha Daya