SUMSEL RAYA

Sopir Truk Keluhkan Pemeriksaan di Tol Keramasan

Salah satu supir truk saat diperiksa dokumen. (Foto: ist)
Salah satu supir truk saat diperiksa dokumen. (Foto: ist)

infosumsel.ID | Ogan Ilir -Masa pertama penyekatan di Gerbang Tol Kramasan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali, telah berakhir Selasa (20/7/2021).

Setelah diberlakukan penyekatan di pintu masuk Tol Kayuagung-Palembang sejak tanggal 6 hingga 20 Juli lalu, kini penyekatan diperpanjang 11 hari ke depan mulai tanggal 21 hingga 31 Juli mendatang.

Sebelum diberlakukan penyekatan sejak masa pertama, polisi telah menyosialisasikan persyaratan dokumen kesehatan yang harus dibawa pengendara khususnya dari arah Palembang menuju Pulau Jawa.

Persyaratan tersebut yakni surat keterangan vaksinasi dan surat keterangan negatif Covid-19 berupa hasil rapid test yang berlaku 1×24 jam atau bisa juga swab test yang berlaku 2×24 jam setelah dikeluarkan.

Untuk persyaratan yang terakhir, pengemudi khususnya truk muatan mengaku sangat keberatan dengan persyaratan dokumen yang masa berlakunya terbatas itu.


Enjang, sopir truk muatan rute Palembang-Cirebon, mengungkapkan keberatan dengan diberlakukannya dokumen kesehatan yang berlaku terbatas ini.

“Tempo hari saya disetop. Katanya (petugas penyekatan) surat rapid saya kadaluwarsa, udah lewat lebih dari satu hari,” kata Enjang saat ditemui di pos penyekatan Gerbang Tol Kramasan, Ogan Ilir, Rabu (21/7/2021).

Enjang yang membawa muatan pupuk itu terpaksa memutar balik karena surat rapid test yang dibawanya kadaluwarsa.

Menurut Enjang, masa berlaku rapid test yang hanya 1×24 jam setelah dikeluarkan, dirasa sangat singkat.

“Saya kan harus bongkar muat barang dulu dan itu makan waktu. Dan juga waktu antara bongkar muat barang ke tempat rapid test itu berharga bagi kami para sopir. Kan ngejar setoran,” curhat Enjang yang sedang menunggu antrian diperiksa petugas penyekatan itu.

Selain merasa rugi waktu, Enjang juga mengaku sangat keberatan mengeluarkan biaya lebih untuk menjalani rapid test maupun swab test yang menurut Enjang biayanya bikin kantong jebol.

“Mahal banget atuh Bapak kalau mau rapid terus. Ini saya sudah keluar (uang) lagi Rp 200 ribu lebih,” ujar Enjang sambil menunjukkan surat hasil rapid test yang diperolehnya dari rumah sakit di Talang Kelapa, Banyuasin.

Keluhan dari sopir truk ini sampai juga ke pihak kepolisian.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy menyampaikan kepada para sopir truk yang akan melewati Gerbang Tol Kramasan, dapat menjalani rapid test dengan meminta keterangan tambahan dari dokter.

“Minta surat keterangan dari dokter, supaya menerangkan bahwa akan melakukan perjalanan dari mana sampai mana dan memerlukan waktu beberapa hari,” jelas Yusantiyo.

Ia memastikan petugas di pos penyekatan Gerbang Tol Kramasan akan mempersilakan pengemudi yang melengkapi dokumen kesehatan tersebut.

“Asal jangan lupa, syarat utama melakukan perjalanan selama PPKM Darurat yakni surat vaksinasi dan swab test maupun rapid test. Serta jangan lupa pakai masker, inilah yang sering diabaikan pengemudi,” pesan Yusantiyo

Editor: Yuliani