SUMSEL RAYA

Empat Kades Keluhkan Pembangunan DAM Tak Sesuai Spesifikasi

Kades dan Perangkat Desa di Empat Desa Kecamatan Kikim Selatan saat mengecek langsung pembangunan Dam 1Air Pangi, Kamis (29/7/2021). (foto : Ismail)
Kades dan Perangkat Desa di Empat Desa Kecamatan Kikim Selatan saat mengecek langsung pembangunan Dam 1Air Pangi, Kamis (29/7/2021). (foto : Ismail)

I LAHAT - Pembangunan Dam 1 Air Pangi di Kecamatan Kikim Selatan Kabupaten Lahat diduga pengerjaan tak sesuai spesifikasi. Hal tersebut diungkapkan empat kepala desa Nanjungan, Pandan Arang, Tanjung Kurung dan Keban Agung saat meninjau langsung proyek pengerjaan pembangunan, Kamis (28/7/2021).

Keempat kepala desa tersebut yakni Iswandi Kades Nanjungan, Kasmin Kades Tanjung Kurung, Fitra Kades Keban Agung, dan Alpian Kades Pandan Arang. Pengerjaan DAM 1 air pangi untuk mengaliri sawah milik masyarakat di empat (4) desa Kecamatan Kikim Selatan Kabupaten Lahat yang dikerjakan oleh CV Resyha. Pembangunan yang mengunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) I Provinsi Sumsel tahun 202 sebesar Rp 2 Milyar.

"Untuk diketahui pembangunan DAM 1 air pangi ini, untuk memenuhi kebutuhan air guna mengaliri sawah warga di empat (4) desa. Sehingga, kami sepakat empat kepala desa (Kades) mengecek secara langsung atas pekerjaan yang ada," ungkap Iswandi Kades Nanjungan dikonfirmasi mewakili tiga Kades lainnya, Kamis (29/07/2021). 

Hasil pengecekan keempat kades ini, banyak ditemukan dugaan kejanggalan dalam pembangunan yang ada.

"Pekerjaan tidak menggunakan molen dan tidak ada kotak adukan yang biasa dipakai setiap kali ada pekerjaan. Pemborong mengaduk semen memakai alat berat serta pasir bercampur lumpur dan kayu," tambahnya.


Selain itu, pihaknya juga menemukan tukang di lapangan hanya mengunakan alat-alat seadanya. Seperti, centong melicin acian, sekraf meratakan adukan dan mengunakan alat yang terbuat dari kayu yang biasa dipakai masyarakat untuk menjemur padi dan kopi seperti serok.

"Parahnya lagi, pembangunan yang sudah dikerjakan hari sebelumnya, dijelaskan Iswandi, tak kunjung keras, malahan  bercampur lumpur, dan kayu di atas acian semen," tegasnya kesal. 

Ketika disinggung wartawan, terkait ada pihak berwajib ikut mengecek kelokasi pekerjaan, diakui Iswandi, dirinya sengaja mengajak guna untuk mengantisipasi dan menjaga agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan serta dapat mengetahui hasil pekerjaan DAM 1 air pangi sejelas jelasnya.

"Intinya, kami empat desa bukan tidak mau mengerjakannya. Namun, harapan kami siapapun yang ditunjuk untuk membangunnya tolong dikerjakan sesuai dengan RAB atau Petunjuk Teknis yang ada, agar kokoh dan dapat diterima masyarakat. Kalau istilah bahasa Lahat "kalu dide kereh ige lagi, ape lagi dibangun dengan biaya yang besak, lom lame lah rusak lagi, dan nak gotong royong mapak pule tiap kali nak bertanam," tutup Iswandi.

Sementara itu, Kepala Desa Pandan Arang Alpian berharap kepada Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk memperhatikan Dam 1 Air Pangi ini karena pembangunan Dam ini telah menondai warga desa. 

"Pembangunan Dam 1 Air Pangi sebenarnya sudah lama sekali dibangun, namun belum sampai saat ini berfungsi dengan baik, apabila berfungsi bisa mengaliri air ke lebih dari 2700 hektar," ungkapnya. 

Sementara, pelaksana CV Resyha ketika hendak dikonfirmasi di lokasi bangunan, dengan buruh buruh pergi, dan berdalih sudah pergi kedesa Pandan Arang kerumah Rindi. Lantas saat disambangi rumah Rindi, pengawas proyek yang dimaksud juga tidak berada ditempat.

"Asenye sudah pergi ke desa Pandan Arang ke rumah Rindi, ucap HR salah satu pekerja ketika ditanya wartawan, sehingga, berita ini diturunkan belum ada hak jawab dari CV Resyha selaku pihak ketiga dalam pengerjaan Proyek DAM 1 air pangi.

Editor: Beni Martha Daya