NASIONAL

Mahfud MD Banyak Melamun Hasil Bertapa

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto : IST)
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto : IST)

I Jakarta - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang bertapa selama 40 hari dan menemukan obat Covid 19 dinilai tengah menjalani pengangguran

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menilai Mahfud sedang menikmati masa pengangguran ditengah penanganan pandemi Covid 19.

Dirinya tak heran jika Mahfud hanya sibuk menonton sinetron dan berbicara soal bagaimana menemukan obat COVID-19 dari hasil bertapa. Menurut dia, hal itu tidak pantas dan sangat aneh dilakukan atau diungkapkan seorang menteri.

“Mungkin juga Mahfud sedang banyak melamun, jadi sikapnya mulai aneh," kata Ujang dikutip dari Info Indonesia, Sabtu (31/7/2021). 

Pernyataan Mahfud dinilainya menganggu penanganan pandemi covid 19 pasalnya rakyat menilai bahwa apa yang dilakukan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia itu sungguh tidak rasional dan cenderung dibuat-buat.


Meski banyak desakan dari berbagai pihak untuk Presiden Jokowi merombak kabinet, termasuk memecat Mahfud, Ujang mencoba main aman. Dia mengatakan, bahwa kewenangan ganti mengganti dan pecat memecat itu hak prerogatif presiden. Kata Ujang, biarkan saja presiden yang mengevaluasi semua menterinya, termasuk Mahfud.

Meski ada reshuffle kabinet, tampaknya Mahfud MD masih akan dipertahankan oleh Presiden Jokowi. Pasalnya, banyak menteri lain yang rapornya jeblok tapi masih juga dipertahankan.

Meski begitu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menyarankan agar seluruh menteri Presiden Jokowi dapat memberikan kinerja terbaik untuk rakyat, bangsa, dan negara. Bukan hanya bekerja untuk kepentingan pribadi, kelompok, golongan dan partainya. 

”Bukan juga bekerja untuk pencitraan. Dan jadi menteri tonjolkan prestasinya, bukan tonjolkan kontroversinya. Agar tidak gaduh dan tidak membuat rakyat marah,” tegas Ujang.

Editor: Beni Martha Daya