SUMSEL RAYA

Deru Himbau Kepala Daerah Fasilitasi Pengisian Tabung Oksigen

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menghimbau bupati dan walikota Se Sumsel untuk dapat memfasilitasi warganya untuk mendapatkan oksigen gratis yang saat ini masih dipusatkan di PT Pusri. (foto : Diskominfo)
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menghimbau bupati dan walikota Se Sumsel untuk dapat memfasilitasi warganya untuk mendapatkan oksigen gratis yang saat ini masih dipusatkan di PT Pusri. (foto : Diskominfo)

I Palembang - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menghimbau bupati dan walikota Se Sumsel untuk dapat memfasilitasi warganya untuk mendapatkan oksigen gratis yang saat ini masih dipusatkan di PT Pusri.

Caranya kata Herman Deru, para bupati/walikota dapat memfasilitasi tabung gas milik masyarakat atau Faskes atau milik Poskesdes, Puskesmas, rawat inap dan rumah sakit di daerah untuk dibawa ke tempat pengisian yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Sumsel saat ini di komplek PT Pusri. 

Cara ini menjadi salah satu alternatif yang dinilainya sangat efektif. Mengingat jika harus mengirim liquid oksigen ke kabupaten/kota, belum tentu di rumah sakit tersebut memiliki penampungan.

"Saya betul-betul mengharapkan para kepala daerah yakni bupati dan walikota untuk memfasilitasi ini. Kita akan bantu, mudah-mudahan menjadi nilai ibadah bagi kita. Dan saudara-saudara kita bisa lepas dari sesak nafas dengan bantuan oksigen yang diberikan," paparnya, Senin (2/8/2021).

Lebih jauh HD mengatakan, pada prinsipnya Pemprov siap menyediakan oksigen ini bagi seluruh masyarakat se Sumsel yang membutuhkan. Namun demikian untuk memudahkan pendistribusiannya ke daerah-daerah, HD berharap bupati/walikota dapat ikut berkolaborasi.


Seperti diketahui bahwa jenis oksigen itu terdiri dari dua macam, ada liquid oksigen yang hemat tempat tapi harus dikonversi menjadi gas terlebih dahulu agar bisa masuk ke tabung-tabung oksigen untuk pernapasan manusia.

Kemudian ada juga yang sudah berbentuk gas oksigen yang ada beredar di masyarakat untuk kegunaan bantuan pernafasan.

Editor: Beni Martha Daya