SUMSEL RAYA

Kasus Covid-19 Turun, Kebutuhan Oksigen Turut Berkurang

Penurunan kasus Covid karena PPKM membuat kebutuhan tabung oksigen berkurang 
( Foto : ist)
Penurunan kasus Covid karena PPKM membuat kebutuhan tabung oksigen berkurang ( Foto : ist)

|  Palembang -  Dalam dua pekan terakhir kasus COVID-19 di Sumatera Selatan mengalami  penurunan jumlah kasus positif. Penurunan kasus positif ini terjadi diklaim karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kasus COVID-19 di awal Agustus dari tanggal 2-9 Agustus tercatat ada 4.198 kasus per minggu. Lalu menurun di 10-17 Agustus menjadi 2.750 kasus.

"Penurunan kasus ini cukup membuat lega para tenaga kesehatan (nakes). Sehingga mereka bisa juga fokus penanganan kasus non COVID-19 yang juga cukup tinggi di Sumsel," ungkap Kadinkes Sumsel, Lesty Nurainy, Rabu (18/8/2021).

Lesty menjelaskan, tidak hanya indikator kasus yang menurun saat ini. Indikator lainnya seperti, Bed Occypancy Ratio (BOR) atau jumlah keterisian rumah sakit pun perlahan menurun. Sebaran kasus COVID-19 yang sebelumnya membuat 12 kabupaten dan kota menjadi zona merah pun berangsur turun.

"Jumlah BOR Sumsel yang tadinya 70 persen saat ini sudah diangka 44 persen di bawah Standar WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). Saat ini tinggal tiga wilayah yang zona merah. Bahkan Palembang sudah zona oranye," jelasnya.


Beberapa indikator lain dapat dilihat dari berkurangnya kebutuhan oksigen cair di rumah sakit. Jika satu bulan laku kebutuhan oksigen mencapai 30 ton, maka di bulan ini hanya 20 ton oksigen cair per hari.

"Masyarakat harus tetap taat protokol kesehatan, jangan sampai lalai. Tidak boleh euforia berlebihan dan tetap harus waspada," jelas dia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan masih akan memantau perkembangan COVID-19. Penurunan kasus ini bisa jadi petunjuk bagi pemda dalam mengevaluasi langkah yang akan diambil. Salah satunya melonggarkan kegiatan masyarakat.

"Kami tidak bisa menghentikan kegiatan masyarakat. Karena mereka perlu bekerja. Tapi tetap harus sesuai prokes," pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Intan Sriwidari