SUMSEL RAYA

Gas Melon di Lahat Alami Kelangkaan

Gas LPG Ukuran tiga kilogram atau dikenal Gas Melon di Kabupaten Lahat Alami Kelangkaan. (foto : Ismail/infosumsel.id)
Gas LPG Ukuran tiga kilogram atau dikenal Gas Melon di Kabupaten Lahat Alami Kelangkaan. (foto : Ismail/infosumsel.id)

I Lahat - Warga di Kecamatan Kota Lahat mengeluhkan sulitnya mencari gas elpiji 3 kilogram dikenal gas Melon. Untuk mendapatkannya warga harus berkeliling dari warung ke warung untuk mendapatkan gas ini.

Sudarsono salah satu warga di Kelurahan Talang Jawa Selatan mengatakan dirinya mendapatkan gas Melon harus keliling dulu bahkan dapatnya jauh di seberang Desa Tanjung Payang tepatnya Kecamatan Lahat Selatan. 

Sudarsono sendiri mengakui tidak mengetahui kenapa sulitnya mencari gas Melon beberapa pekan ini padahal sebelumnya sangat mudah mendapatkan gas Melon. 

"Entah saya sendiri tidak tahu, biasa mudah mendapatkan gas elpiji, sekarang kalau mau dapat harus keliling dulu tanya sana sini," ungkapnya dengan wajah bingung, Kamis (19/8). 

Terpisah, Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Syaifullab Aprianto ST didampingi stafnya Engga Dewata mengakui terjadi kelangkaan gas Melon. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa agen gas elpiji yang di skorsing. 


"Memang ada agen yang skor, agen Kenari Permai dan Persada diskor, tapi untuk agen Persada sudah kembali buka," ungkapnya kepada wartawan infosumsel.id.

Masih dilanjutkan Kabag SDA, agen yang di skor tersebut ada yang satu bulan dan ada tiga bulan. Bahkan dikatakan Aprianto, bukan hanya di Kecamatan Kota Lahat saja melainkan Kecamatan Mulak Ulu dan Merapi Timur mengalami kelangkaan Gas Melon. 

"Kecamatan Lahat, Mulak Ulu dan Merapi Timur yang mengalami ke langkaan Gas dampak Skorsing," ucapnya. 

Namun untuk Kuota sendiri ditambahkan Aprianto, tidak mengalami pengurangan masih normal seperti, hanya saja memang ada penambahan apabila ada hari besar seperti Idul Fitri bahkan seperti Desember nanti akan ada penambahan karena mendekati Natal dan Tahun Baru. 

"Pada Juli 1,876 Juta Tabung, sedangkan untuk Agustus ini mengalami penurunan karena setiap bulannya kita dijatahi dari Pertamina," katanya. 

Editor: Beni Martha Daya