POLITIK

Mahfud MD: Islam itu Agama Kemanusiaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut Islam agama kemanusiaan.(Foto ; ist0
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut Islam agama kemanusiaan.(Foto ; ist0

| Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut Indonesia ialah negara yang memperjuangkan substansi ajaran Islam.

Walakin pada saat yang sama, Indonesia tidak menggunakan unsur Islam di dalam penamaan negara.

"Kita perjuangkan substansinya pakai substansi ajaran Islam, persaudaraan antarsesama manusia," kata Mahfud MD saat dialog virtual dengan tokoh lintas agama Sulawesi Selatan, Jumat (20/8) kemarin.

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi itu menuturkan Islam ialah agama kemanusiaan yang tidak memandang golongan. Menurutnya, Islam memperjuangkan persaudaraann, kedamaian, kesantunan dan kejujurannya.

"Islam itu agama kemanusiaan, tidak memandang agama apapun, semua adalah saudara sesama manusia. Itu merupakan satu cara dakwah yang baik," ujar Mahfud.


Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kesempatan yang sama mengingatkan rakyat Indonesia tetap bersatu dan jangan mau dikotak-kotakkan. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengajak para tokoh agama bisa setia kepada ideologi negara yakni Pancasila.

"Pancasila ini final, tidak bisa diganggu dengan bentuk ideologi yang lain. Pancasila adalah kesepakatan untuk hidup bersama dalam sebuah wilayah bernama NKRI," tutur Yaqut.

Hadir dalam dialog virtual ini tokoh lintas agama, pimpinan Pondok Pesantren, pimpinan Ormas Lintas Agama, tokoh adat dan Forkopimda se-Sulawesi Selatan. Dialog ini adalah upaya Kemenko Polhukam untuk menjaga kondisi politik dan keamanan dalam negeri tetap kondusif dengan terus menjalankan disiplin dan protokol kesehatan. Hadir pula perwakilan BNPB di dalam diskusi untuk menjelaskan pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi yang diharapkan dipandu oleh para tokoh lintas agama.

 

Editor: Intan Sriwidari