MARKET

APPBI : Hampir Tiap Daerah Pusat Perbelanjaan Terancam Dijual

 Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyebutkan fenomena sejumlah mal dan pusat perbelanjaan terancam dijual karena sepinya kunjungan hampir terjadi di setiap daerah bukan hanya terjadi di Bandung Provinsi
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyebutkan fenomena sejumlah mal dan pusat perbelanjaan terancam dijual karena sepinya kunjungan hampir terjadi di setiap daerah bukan hanya terjadi di Bandung Provinsi

infosumsel.id I Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyebutkan fenomena sejumlah mal dan pusat perbelanjaan terancam dijual karena sepinya kunjungan hampir terjadi di setiap daerah bukan hanya terjadi di Bandung Provinsi Jawa Barat.

"Ada beberapa pusat perbelanjaan yang berpotensi tutup ataupun dijual dan bukan hanya di daerah tertentu saja, banyak terjadi di hampir semua daerah," katanya, Senin (30/8/2021).

Dirinya tak dapat mengungkapkan mal dan pusat perbelanjaan yang akan dijual karena dikhawatirkan akan mengganggu penyelamatan yang ditengah diupayakan masing-masing pengelola mal dan pusat perbelanjaan.

"APPBI tidak bisa menyebutkannya secara terperinci dikarenakan dapat mengganggu upaya proses penyelamatan yang sedang diupayakan oleh masing-masing pusat perbelanjaan dimaksud," katanya.

Dia menjelaskan kalau daya tahan setiap pusat perbelanjaan berbeda satu dengan yang lain. Sementara itu, pelonggaran yang diberikan oleh pemerintah masih lah sangat terbatas. Oleh karena itu, tidak heran bila situasi ini akan sangat menyulitkan bagi pusat perbelanjaan yang sudah tidak punya dana cadangan.


"Pelonggaran yang diberikan oleh pemerintah saat ini relatif masih sangat terbatas sekali sehingga masih akan tetap menyulitkan bagi pusat perbelanjaan yang sudah tidak memiliki dana cadangan lagi," ujarnya.

sebelumnya, sebanyak 5 mal di Bandung terancam dijual karena terdampak pandemi COVID-19. Mal-mal tersebut terancam dijual karena sepinya kunjungan meski pemerintah mulai melonggarkan pembatasan.

"Ya kurang lebih begitu. Kalau kepastian belum tahu karena data yang masuk kami bicaranya begitu," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bandung Raya Handianto Lie.

Editor: Beni Martha Daya