PENDIDIKAN

Disdik Empat Lawang Siapkan Aturan PTM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah merancang sistem pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas setelah keluarnya status Kabupaten Empat Lawang dari Zona Orange. (foto : Istimewa/IG Rakyat Emp
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah merancang sistem pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas setelah keluarnya status Kabupaten Empat Lawang dari Zona Orange. (foto : Istimewa/IG Rakyat Emp

I Empat Lawang -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah merancang sistem pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas setelah keluarnya status Kabupaten Empat Lawang dari Zona Orange.
 
Kepala Disdikbud Kabupaten Empat Lawang, Rita Purwaningsih melalui Kabid Pembinaan SMP, Jhon Heri mengatakan, seiring menurunnya status zona oranye ke zona kuning bagi wilayah Kabupaten Empat Lawang, terhadap risiko penularan COVID-19, saat ini Disdikbud Kabupaten Empat Lawang sedang merancang sistem yang akan diberlakukan untuk sekolah tatap muka.
 
"Insya Allah, mulai tanggal 2 September ini, akan kita bahas perlakukan sekolah dengan sistem tatap muka terbatas, khususnya bagi sekolah tingkat menengah pertama," ungkap Jhon Heri, Senin (30/8/2021).
 
Sekolah tatap muka terbatas yang dia maksud dengan membatasi jumlah siswa yang masuk ke sekolah setiap harinya dengan sistem shif dan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat. 

"Karena kasus positif COVID-19 di daerah kita belum bebas sepenuhnya. Kalau sistem tatap muka penuh, itu jika daerah kita benar-benar sudah bebas atau nol kasus," jelasnya.
 
Opsi tatap muka terbatas akan dipilih, kata Jhon Heri, karena pihaknya beranggapan lebih baik mengatisipasi dari pada menanggulangi. 

"Namun ini masih kita akan rapatkan dulu ke gugus tugas. Insya Allah tanggal 2 September akan kita rapatkan," imbuhnya.
 
Hal ini sambung dia, karena ada kendala terkait masih berlakukannya surat edaran gubernur Sumsel, tentang pelaksanaan belajar mengajar di sekolah selama masa pandemi yang belum memperbolehkannya belajar tatap muka di sekolah sampai waktu yang belum ditentukan.
 
"Tapi, kami memilih aturan yang diatasnya itu lebih tinggi dan itu adalah SKB tiga menteri dan mengikuti arahan menteri pendidilkan. Kalau dilihat di SKB tiga menteri, daerah kita sudah layak untuk pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas," tukasnya.


Editor: Beni Martha Daya