SUMSEL RAYA

OKI Senin Pekan Depan Bakal Sekolah Tatap Muka

Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Pendidikan, berencana akan membuka sekolah tatap muka bagi peserta didik pada Senin 6 September pekan depan (Foto: Niskiah/ infosumsel.ID)
Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Pendidikan, berencana akan membuka sekolah tatap muka bagi peserta didik pada Senin 6 September pekan depan (Foto: Niskiah/ infosumsel.ID)

infosumsel. ID | OKI - Pemberlakuan sekolah tatap muka yang telah ditunggu-tunggu oleh peserta didik atau anak sekolah hingga saat ini masih belum dilaksanakan disejumlah daerah termasuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Pendidikan, baru akan membuka sekolah tatap muka bagi peserta didik pada Senin 6 September pekan depan seiring  Kabupaten OKI yang telah zona kuning.

"Harapan kita Senin depan sekolah seperti biasa atau tatap muka, peserta didik sudah lama menunggu untuk sekolah seperti biasa, " ungkap Kepala Disdik M Amin SPd melalui Kasi Kurikulum SMP, Drs H Marlian MM, Selasa (31/8/2021).

Dia menjelaskan, untuk sekolah tatap muka ini tetap masih menunggu keputusan Bupati OKI H Iskandar SE dan tim Satgas Covid-19. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan bupati. Dimana surat edaran dari Gubernur Sumsel sudah turun terkait ijin sekolah tatap muka. Maka ditindaklanjuti ke Bupati, oleh karena itu direncanakan Kabupaten OKI  sekolah tatap muka 6 September.

Lanjutnya, terkait sekolah tatap muka ini juga semua sekolah di Kabupaten OKI telah siap termasuk juga peserta didiknya. Dimana sebelumnya telah direncanakan tatap muka pada awal tahun ajaran baru Juli namun diurungkan.


"Pihak sekolah dan siswa semua sudah siap menyambut sekolah tatap muka. Saat ini jumlah tenaga pendidik yang telah divaksin pun sudah mencapai 90 persen, " jelas Marlian.

Masih kata dia, dalam pelaksanaan sekolah tatap muka nanti tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Selain itu juga dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) jumlah siswa-siswi dibatasi, untuk satu lokal diisi dengan jumlah siswa maksimal 18 anak saja.

Lalu untuk jam belajar tetap seperti biasa hanya saja untuk waktu istirahat, dimana para siswa-siswi tetap berada dalam kelas digunakan untuk belajar. Ini bertujuan agar siswa-siswi tidak berkerumun di luar jam sekolah.

Kemudian, ditambahkannya, para siswa-siswi untuk olahraga prakteknya ditiadakan, tetapi diganti dengan materi teori saja. Lalu siswa juga diminta bawa bekal dari rumah. Dengan ini bertujuan mengurangi kerumunan yang terjadi di kantin, sehingga kantin sekolah tidak dibuka.

Lanjutnya, adapun jumlah sekolah tingkat SMP se Kabupaten OKI baik negeri dan swasta ada sebanyak 138 sekolah. Sedangkan sekolah tingkat SD ada sebanyak 463 sekolah.  

 

 

Editor: Intan Sriwidari