SUMSEL RAYA

53 Perpustakaan di Sumsel Telah Bertransformasi

Dalam kurung waktu tiga Tahun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengtransformasi 53 Perpustakaan dari 2784 Desa di Sumsel. (foto : Diskominfo)
Dalam kurung waktu tiga Tahun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengtransformasi 53 Perpustakaan dari 2784 Desa di Sumsel. (foto : Diskominfo)

I Palembang - Dalam kurung waktu tiga Tahun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengembangkan pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam program kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dari Perpustakaan Nasional RI.

Pj Sekda Provinsi Sumsel, Supriono saat Stake Holder Meeting (SHM) tahun 2021 di Sumsel Commadn Center, Kamis (2/9/2021) mengatakan di Provinsi Sumatera Selatan terdapat 2784 Desa yang menjadi target Perpustakaan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dari. Saat ini dari Periode tiga tahun terakhir, Pemprov Sumsel telah mengembangkan 53 pelayanan Perpustakan berbasis inklusi sosial.


"Sejak tahun 2019  hingga 2021, terdapat 53 Perpustakaan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dari 2784 Desa yang ada di Sumatera Selatan, sehingga masih terdapat 2731 Desa lagi yang perlu mendapatkan perhatian" ujarnya.

Dengan adanya Kegiatan Stake Holder Meeting (SHM) Tahun 2021 bertujuan untuk membangun kesadaran tentang pentingnya pengembangan perpustakaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Juga untuk membangun dukungan dan komitmen dari stakeholder dalam pengembangan pelayanan Perpustakaan berbasis inklusi sosial, serta menyusun rencana sinergi yang berkelanjutan antar stakeholder.

Program kegiatan ini untuk mempromosikan perpustakaan berbasis inklusi sosial dikalangan masyarakat melalui beberapa kegiatan diantaranya, Perbaikan infrastruktur Gedung Perpustakaan Pembangunan gedung Baru perpustakaan sebagai pusat literasi masyarakat membangun kerjasama dengan berbagai pihak.


"Saya mengucapkan terimakasih kepada Perpustakaan Nasional RI yang telah menunjuk Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu Provinsi penerima manfaat program kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2021" ucapnya.

Percepatan penurunan angka kemiskinan di Sumsel dapat dibantu oleh jumlah perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang beroperasi. Adanya perpustakaan akan mencapai SDM yang berkualitas di masa yang akan datang.

"Selama ini keberadaan perpustakaan dipandang sebelah mata, sejalan dengan keinginan pak Gubernur yang ingin angka kemiskinan Sumsel menjadi satu digit salah satunya dengan menambah dan memberdayakan perpustakaan," tuturnya.

Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Analisis dan Pengembangan Budaya Baca  DR. Adin Bondar, M.Si utarakan Bangga Melayani Bangsa, ini merupakan  pertemuan pintu masuk dan penguatan literasi di sumsel secara maksimal

"Presiden Jokowi Widodo sangat mengharapkan perlu sumberdaya yang harus kuat sebagai transformasi literasi masyarakat dalam pembangunan melalui budaya literasi one village" katanya

Lanjutnya, kendala rata-rata adalah bagaimana perpus dapat menarik minat pengunjung. Karena itu, perpustakaan harus berubah transformasi dan update melalui kegiatan di perpustakaan.

"Literasi memiliki peranan penting untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Di sinilah perpustakaan berperan penting melalui literasi. Literasi untuk orang dewasa bahkan bisa menghasilkan manfaat melampaui hasil di sekolah,” ucapnya.

Lanjut dia, perpustakaan berbasis Inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan hak azazi manusia.

"Kalau selama ini perpustakaan hanya menunggu pengunjung, sekarang kota yang buat kegiatan supaya masyarakat tertarik," tutupnya

Editor: Beni Martha Daya