SUMSEL RAYA

Wako Pagaralam Targetkan Lima Tahun Kualitas Kopi Meningkatkan

Walikota Pagaralam Alpian Maskoni targetkan lima tahun ke depan program gerakan satu juta stek batang pucuk kopi bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan merata di seluruh lahan Kopi di Kota Pagaralam. (foto : Diskominfo)
Walikota Pagaralam Alpian Maskoni targetkan lima tahun ke depan program gerakan satu juta stek batang pucuk kopi bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan merata di seluruh lahan Kopi di Kota Pagaralam. (foto : Diskominfo)

I Pagaralam - Walikota Pagaralam Alpian Maskoni targetkan lima tahun ke depan program gerakan satu juta stek batang pucuk kopi bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan merata di seluruh lahan Kopi di Kota Pagaralam. 

Dikatakan Alpian, dalam mencapai target tersebut dibutuhkan kerjasama dengan stakeholder dalam hal pengelolaan kopi agar peningkatan kualitas dapat tercapai. 

"Lima tahun kita targetkan merata di Pagaralam, dan kita berharap kerjasama pengelolaan kopi dengan BUMD terus dilakukan dan dimaksimalkan agar target peningkatan kualitas ini berjalan baik," Katanya, saat lauching gerakan satu juta stek batang pucuk kopi di Desa Rempasai Pagaralam, Sabtu (4/9/2021).

Lanjutnya, komoditas kopi memang sangat potensial di Kota Pagaralam. Sebab itulah, agar kopi asal Pagaralam tersebut dapat semakin dikenal luas, peningkatan kualitas harus terus dilakukan.

"Peningkatan kualitas terhadap kopi ini memang harus dilakukan. Program satu juta batang sambung pucuk ini memang terus dianggarkan setiap tahun. Ini sudah tahun ke empat," katanya.


Namun, sambungnya, di tahun 2021 ini jumlah bibit kopi untuk sambung pucuk mengalami peningkatan. Sebab pada tahun 2021, Gubernur Sumsel membatu sebanyak satu juta bibit.

"Tahun ini sambung pucuk ini dilakukan untuk dua juta batang kopi. Gubernur Sumsel tahun ini membantu satu juta bibit," tuturnya.

Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya mengatakan bahwa bantuan bibit kopi sambung pucuk merupakan bentuk kepedulian Pemprov Sumsel kepada petani kopi yang ada di Pagaralam dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan hasil jumlah panen kopi yang tentunya akan menambah penghasilan masyarakat Pagaralam.

"Pagar alam merupakan salah satu penghasil kopi terbaik di Sumsel. Kualitasnya serta jumlah panennya juga perlu kita tingkatkan agar dapat bersaing di pasar bebas", ungkapnya.

"Melalui gerakan sejuta sambung pucuk semoga panen kopi pagar alam dapat meningkat dan memberikan dampak kepada penghasilan para petani kopi", tutupnya. 

Turut hadir Bupati Musi Rawas Ratna Machmud, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin, Direktur Keuangan dan Umum PT. Pusri Saifullah Lasindrang, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia I Gede Arnawa, Customer Relation Manager MURI Indonesia Andre Purwandono, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel Novian Andesti dan sejumlah kepala OPD lainnya di lingkungan Pemprov Sumsel serta Kota Pagaralam.

Editor: Beni Martha Daya