PENDIDIKAN

Rahasia Ani Bisa Wakili Sumsel di Level Nasional

Tiasherany Ayu Safitri akrab disapa Ani, Siswi Kelas VI SD Negeri Sungai Lilin Kabupaten Muba beberkan rahasia dirinya bisa mewakili Sumsel untuk mengikuti rangkaian Lomba Bertutur Tingkat Nasional. (foto : Humas Muba)
Tiasherany Ayu Safitri akrab disapa Ani, Siswi Kelas VI SD Negeri Sungai Lilin Kabupaten Muba beberkan rahasia dirinya bisa mewakili Sumsel untuk mengikuti rangkaian Lomba Bertutur Tingkat Nasional. (foto : Humas Muba)

| Muba - Pelajar dari kabupaten Muba kembali menorehkan prestasi. Tiasherany Ayu Safitri atau yang akrab disapa Ani, siswi kelas VI SD Negeri Sungai Lilin Muba ini berhasil mewakili Sumsel untuk mengikuti rangkaian Lomba Bertutur Tingkat Nasional bersama 33 peserta lainnya dari berbagai Provinsi lainnya di Indonesia.

Ani yang saat ini berusia 11 tahun tersebut terpilih melalui seleksi ketat untuk mengikuti perlombaan yang digelar Perpustakaan Nasional RI ini. Bahkan Ani mendapat kehormatan sebagai pembuka acara dengan penampilan nomor urut 1 pada Senin (6/9/2021).

Menurutnya, bukan hal yang mudah untuk bisa tampil di ajang nasion mewakili daerah sendiri. Karena anak dari pasangan Eti Pusposari Asrul ini menilai, saingannya cukup berat dan semuanya berbakat.

"Saya akan berusaha tampil maksimal dan mengerahkan semua kemampuan saya. Karena bagi saya kunci dari lomba bertutur ini adalah percaya diri dan yakin," ujarnya.

Anak kedua dari dua bersaudara ini pun meminta dukungan warga masyarakat Muba dan Provinsi Sumsel dengan harapan dapat memberikan hasil terbaik. 


"Mohon doa dan dukungan warga Muba dan Sumsel semoga saya bisa tampil dengan maksimal," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Muba yang juga Bunda Baca Muba, Thia Yufada mengatakan, Ani merupakan anak yang sangat berprestasi berasal dari Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba

"Alhamdulillah Ani mewakili Provinsi Sumatera Selatan, kami sangat bangga. Selamat berlomba, doa kita semua di Muba dan Sumsel. Tetap yakin, sabar dan tenang, Insyaallah lancar dan sukses" ungkapnya.

Editor: Beni Martha Daya