SUMSEL 24

Kasus Anak Akidi Tio, Kapolda : Tunggu Ya!!

Kapolda Sumsel yang baru Irjen Pol Toni Harmanto usai silahturahmi dengan Gubernur Sumsel Herman Deru, mengatakan masih akan mempelajari kasus sumbangan Rp2 triliun yang ada. (Foto : IG Polisi Sumsel)
Kapolda Sumsel yang baru Irjen Pol Toni Harmanto usai silahturahmi dengan Gubernur Sumsel Herman Deru, mengatakan masih akan mempelajari kasus sumbangan Rp2 triliun yang ada. (Foto : IG Polisi Sumsel)

| Palembang - Dimutasinya mantan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri tidak membuat kasus prank Rp2 triliun ditutup oleh pihak kepolisian. Kapolda Sumsel yang baru Irjen Pol Toni Harmanto usai silahturahmi dengan Gubernur Sumsel Herman Deru, mengatakan masih akan mempelajari kasus sumbangan Rp2 triliun yang ada. 

"Saya belum mempelajari lebih lanjut soal kasusnya, akan saya pelajari dahulu," ungkap Toni Harmanto," kepada awak media, Senin (6/9/2021). 

Kasus prank Rp2 triliun yang dilakukan anak mendiang Akidi Tio belum ditutup oleh kepolisian. Pihak Polda Sumsel bahkan tengah mendalami dua kasus yang menyeret nama Heriyanti. Pertama kasus prank dan kedua kasus penipuan yang dilaporkan oleh dr Siti Mirza. Hanya saja Toni menyerahkan semua proses hukum ke bawahannya. 

"Nanti akan dijelaskan oleh Kabid Humas bagaimana tindak lanjutnya," ujarnya. 

Beberapa polisi gabungan dari Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang masih berjaga di kediaman Heriyanti di kawasan Tugu Mulyo Palembang. Rumah dua tingkat yang dihuni oleh Heriyanti beserta suami dan anaknya tidak absen dijaga kepolisian. 


Sejak kasus ini bergulir pada 26 Juli 2021 lalu, tim selalu melakukan penjagaan. Dari pantauan di lapangan, beberapa polisi masih berjaga. Sekitar lima mobil dari pihak kepolisian berjejer di depan rumah Heriyanti.

Salah satu satpam komplek tersebut menyebutkan, jika petugas yang berjaga selalu silih berganti datang selama 24 jam. 

"24 jam dijaga petugas. Pemilik rumah juga sejak kejadian tidak pernah keluar lagi, paling suaminya saja yang masih terlihat," ungkapnya. 

Kasus sumbangan anak mendiang Akidi Tio sebelumnya menjadi pembicaraan umum. Awalnya mantan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri menerima secara simbolis penyerahan uang Rp2 triliun di Polda Sumsel. Saat itu Heriyanti menjanjikan uang tersebut untuk penanganan pandemik COVID-19 di Sumsel. 

Namun, hingga batas pencairan Bilyet Giro, uang yang dijanjikan tidak kunjung tiba. Heriyanti sempat dikabarkan ditetapkan sebagai tersangka. Namun, buru-buru diralat oleh Kabid Humas Polda Sumsel. Buntut kasus ini, Eko Indra Heri ditarik ke Mabes Polri menjadi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli). 

"Dari hasil gelar kemarin, peserta gelar (Penyidik) meminta gelar perkara lagi dengan memanggil saksi baru," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Senin (23/8/2021)

Editor: Beni Martha Daya