SUMSEL 24

Bobol Apotek, Roy dan Ali Ditangkap Polisi

Nekat membobol Apotek yang beralamat di Jalan Sukarjo Harjo Handoyo, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, pada Senin (22/3), pelaku dan penadahnya berhasil ditangkap Unit Pidana Umum (Pidum).
Nekat membobol Apotek yang beralamat di Jalan Sukarjo Harjo Handoyo, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, pada Senin (22/3), pelaku dan penadahnya berhasil ditangkap Unit Pidana Umum (Pidum).

| Palembang - Nekat membobol Apotek yang beralamat di Jalan Sukarjo Harjo Handoyo, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, pada Senin (22/3), pelaku dan penadahnya berhasil ditangkap Unit Pidana Umum (Pidum). 

Diketahui pelaku pembobolan Apotek bernama Roy Martin (42) warga Jalan Sukarjo Harjo Handoyo, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, dan penadah barang curian tersebut bernama M. Ali (62) warga Jalan Simpang Sungki, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Kota Palembang.

Kedua pelaku berhasil diamankan di rumahnya masing-masing pada Senin (7/9) sekitar pukul 22.00 WIB. 

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum, AKP Robert P Sihombing menjelaskan, pelaku Roy merupakan aktor utama dalam pembobolan ruko yang dijadikan tempat usaha milik korban Evi Herleni (26). 

"Pada saat menjalankan aksinya, pelaku merusak roling door dan gembok ruko di tempat usaha Apotek milik korban," ujarnya, Selasa (7/9). 


Hal tersebut diketahui korban lantaran curiga karena sebelum kejadian korban sudah mengunci Apoteknya.

Kemudian keesokan harinya, tepatnya pada 22 Maret 2021 sekira pukul 10.00 WIB, ketika korban mau mengecek ruko serta mau mengambil barang saat itu juga korban mulai curiga dengan kondisi rukonya, sebab roling door maupun gembok ruko sudah rusak dan terbuka.

Korban kemudian mengecek ke dalam, ternyata memang benar bahwa ruko tempat usaha milik korban bersama dengan kakak perempuannya sudah di bobol. 

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian berupa satu unit kipas angin, satu unit kulkas merk polytron dan remot ac kerugian yang ditafsir sebesar Rp 3 juta. 

"Berkat laporan korban anggota kita langsung bergerak cepat hingga mengamankan pelaku. Namun saat akan diamanakan pelaku mencoba kabur sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur," katanya. 

Lanjut Kompol Tri Wahyudi mengungkapkan, pihaknya sedang mendalami kasus tersebut dan mencari tahu apakah pelaku ini merupakan resedivis ataupun bukan. 

"Kita masih mendalami kasus ini dan mencari tahu pelaku ini resedivis atau bukan," tutupnya. PHM

Editor: